Tujuan Dan Waktu Berpuasa Di Negara Non Muslim
Tujuan Dan Waktu Berpuasa Di Negara Non Muslim

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Berpuasa di bulan ramadhan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat islam di dunia, tidak terkecuali orang yang tinggal di Negara yang mayoritasnya non muslim, Lantas bagaimana waktu dan tujuan dilaksanakannya puasa bagi saudara kita yang menetap di Negara non muslim?. Pada selasa (10/03/2026) Program Mutiara Ramadhan (JILID 2) yang diadakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. membahas sebuah tema “ Puasa Di Negara-Negara Non Muslim: Tujuan Dan Waktunya” bersama Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A (Leiden), M.A. (Duke), Ph.D  berbagi wawasan spiritual sambil  menunggu waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadhan.

Dalam kajian beliau menyampaikan “tujuan dilaksankannya puasa untuk orang yang tinggal di Negara Non muslim adalah agar bertakwa, karena siapapun yang melaksanakan puasa maka ia akan membina diri untuk bertakwa dan orang yang bertakwa adalah orang yang berbuat kebajikan selalu merasa dirinya dilihat oleh Allah SWT. sehingga dia terus memperbaiki diri agar mendapatkan ridho Allah SWT, seperti yang tertuang pada surat An-Nahl ayat 128 dan Al-Baqarah ayat 183, praktek pelaksanaan puasa di Negara non Muslim untuk tujuan menggapai takwa dan untuk tujuan menggapai kebajikan yang muncul  pada simbol toleransi, muncul dalam simbol kebersamaan dan muncul pada simbol kemanusiaan, contohnya di Antwerpen kota pelabuhan utama di Negara Belgia ada tradisi ifthar table  yaitu berbuka puasa diatas meja panjang 2 meter (Longes Ifthar Table) dimana yang menyediakan makanan berbukanya adalah muslim dan Non muslim dan yang menikmatinya juga adalah muslim dan Non muslim. Praktek berpuasa untuk menuju takwa dan kebaikan itu ada di Negara china lebih tepatnya suku hui yaitu suku islam yang telah lama menetap di China, disana suku hui dan umat islam pada umumnya mereka tidak focus pada memperlihatkan bahwa ini bulan Ramadhan, tetapi mereka fokus pada menjaga keyakinan mereka dalam keseharian dengan berbaur, bermuamalah dengan manusia lainnya baik muslim maupun Non-muslim. seperti berbagi takjil kepada orang muslim maupun  Non muslim serta sholat tarawihnya diadakan dari jam 09.00 -12.00 malam karena setelah isya mereka mengadakan pengajian dan ceramah, dari praktek puasa di Negara Non muslim ada pelajaran penting yang bisa kita ambil yaitu berbuat kebajikan dengan sesama manusia, symbol toleransi, kebersamaan dan kemanusian”. Ujarnya dalam kajian.

Beliau juga menerangkan terkait waktu pelaksanaan puasa bagi saudara muslim kita yang menetap di Negara mayoritas Non Muslim seperti Rumania yaitu dari jam 06.00 subuh sampai jam 06.00 sore, Argentina sekitar 9 jam 20 menit waktu berpuasanya, ketiga, Chile yaitu dari 05.31 subuh sampai jam 15.00,  Alaska umat islam hanya berpuasa 5 jam, bahkan ada yang lebih singkat yaitu kota Murmansk hanya 1jam waktu berpuasanya, alasan perbedaan waktu berpuasa  antara satu Negara dengan Negara lainnya karena letak matahari di setiap Negara itu berbeda-beda dan waktunya pun ikut terpengaruh. Karena setiap belahan bumi ini memiliki orbitnya masing-masing.

Dalam mengakhiri kajian beliau memberikan kesimpulan “ tujuan berpuasa itu adalah untuk bertakwa dan bertakwa itu adalah berbuat ihsan/kebaikan, dan untuk zona waktu berpuasa itu berdasarkan peredaran matahari, sehingga berpuasa itu bisa kita rasakan secara kesehatan dan manfaat-manfaatnya” ujar beliau dalam  kajiannya pada hari ini.

Penulis: Ahmad Daffa Rasyidi/ Kasih Nur/ Deny Saputra

Tag :