Sinergi Tiga Departemen Hmps Ilmu Perpustakaan Resmikan Program JIPLENS Melalui Kunjungan Instansi Ke Galeri Indonesia Kaya
Sinergi Tiga Departemen Hmps Ilmu Perpustakaan Resmikan Program JIPLENS Melalui Kunjungan Instansi Ke Galeri Indonesia Kaya

Jakarta, Berita FAH Online — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menggelar episode perdana dari program kerja kolaboratif bertajuk JIPLENS: Exploring Modern Collection Management and Visitor Experience Strategy at Galeri Indonesia Kaya for Cultural Heritage Sustainability pada Minggu, 12 Juli 2026. Mengusung konsep kunjungan instansi (agency visit), destinasi pertama yang disambangi oleh rombongan mahasiswa adalah Galeri Indonesia Kaya (GIK), sebuah ruang publik seni dan budaya berbasis teknologi digital interaktif yang berada di bawah naungan Bakti Budaya Djarum Foundation.

Program kerja JIPLENS hadir sebagai terobosan baru yang diinisiasi melalui sinergi tiga departemen di HMPS Ilmu Perpustakaan, yakni Departemen Perhubungan, Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo), serta Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Program ini dirancang khusus untuk memberitahu dan membawa mahasiswa keluar dari ruang kuliah konvensional guna mempelajari praktik terbaik pengelolaan materi budaya di dunia kerja nyata.

Dalam orientasi geraknya, JIPLENS berfokus penuh pada sektor GLAM (Galleries, Libraries, Archives, and Museums). Sektor ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan rumpun keilmuan perpustakaan dan informasi, terutama dalam hal pengelolaan pengetahuan, preservasi materi kebudayaan, hingga penyajian data dan koleksi kepada publik secara modern. Peluncuran series JIPLENS episode pertama di Galeri Indonesia Kaya ini pun menjadi langkah awal dari rangkaian perjalanan eksplorasi ke berbagai lembaga kebudayaan dan informasi terkemuka.

Mengusung tema utama “Exploring Modern Collection Management and Visitor Experience Strategy at Galeri Indonesia Kaya for Cultural Heritage Sustainability”, kegiatan yang dimulai tepat pada pukul 13.30 WIB ini disambut dengan hangat oleh pihak pengelola Galeri Indonesia Kaya. Sesi utama kunjungan diisi dengan diskusi interaktif dan wawancara mendalam bersama Kak Syafiq, selaku pengawas area layar interaktif GIK.

Dalam sesi diskusi tersebut, rombongan mahasiswa menggali berbagai informasi krusial mengenai strategi GIK dalam mengemas kekayaan seni dan kebudayaan tradisional Nusantara ke dalam format media interaktif modern tanpa mengurangi nilai autentisitas budayanya. Pihak GIK juga memaparkan pendekatan teknologi yang diterapkan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati warisan budaya secara dinamis. Tidak hanya itu, diskusi ini dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan penjajakan informasi mengenai alur pendaftaran, kualifikasi, serta peluang kerja maupun program magang bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang tertarik berkarir di industri kreatif dan pengelolaan kebudayaan.

Usai melangsungkan sesi wawancara dan diskusi yang kaya akan wawasan, rangkaian acara berlanjut ke panggung pertunjukan GIK. Mahasiswa HMPS Ilmu Perpustakaan berkesempatan untuk menyaksikan pementasan drama teater berjudul “Si Kendhil” yang dibawakan secara apik dan memukau oleh anak-anak dari kelas akting Peqho Kids.

Melalui kisah dongeng Nusantara yang sarat akan pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal tersebut, para peserta menyaksikan langsung bagaimana ruang publik seperti GIK dapat menjadi sarana edukasi kebudayaan yang inklusif sekaligus wadah penampung bakat seni bagi generasi penerus.

Sebagai penutup eksplorasi, para peserta diajak untuk menikmati fasilitas layar interaktif dan ruang imersif digital GIK, di mana penerapan teknologi informasi dan desain pengalaman pengguna terasa begitu nyata. Para mahasiswa mencoba langsung fitur visitor engagement, di mana masing-masing peserta dapat merancang karakter digital milik mereka sendiri layaknya di dalam permainan game. Karakter yang telah dipersonalisasi tersebut kemudian muncul di layar raksasa imersif dan dapat berinteraksi secara real-time dengan karakter milik pengunjung lainnya.

Kendati dilaksanakan secara santai, eksploratif, dan tanpa prosesi protokoler formal seperti penyerahan sertifikat, kunjungan instansi JIPLENS Episode 1 ini memberikan dampak pengetahuan yang sangat bernilai. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan gambaran riil mengenai integrasi antara keilmuan perpustakaan dengan industri kreatif kebudayaan, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai luasnya peluang karir di sektor GLAM di masa depan.

Penulis: Zaskia Syahda Hafizha Kurniawan

Dokumentasi:

HMPSIP 1

HMPSIP 2

Tag :