Puncak Amalan Menimba Ilmu di Bulan Suci
Puncak Amalan Menimba Ilmu di Bulan Suci

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Bulan Ramadan merupakan momen istimewa penuh karunia yang senantiasa dinantikan oleh umat Islam. Selain menjadi waktu untuk berpuasa, Ramadan juga merupakan ladang pahala di mana setiap amal wajib dilipatgandakan dan amal sunah dinilai setara dengan amalan yang wajib. Untuk itu, dalam memaknai keistimewaan ini, Ali Hasan Al Bahar, M.A menyampaikan pandangan mendalam pada tayangan terbaru program Mutiara Ramadhan, Selasa (24/02/2026) mengenai urgensi penambahan wawasan keagamaan yang harus diupayakan secara terus menerus selama di bulan puasa. 

Dalam pemaparannya, Ali Hasan menegaskan bahwa dari sekian banyak ragam ibadah sunah, menuntut ilmu atau thalabul 'ilm menempati derajat tertinggi. Beliau mengingatkan bahwa ajaran Islam sangat mengagungkan pengetahuan, terbukti dari wahyu pertama yang turun di bulan puasa yaitu perintah untuk membaca. Beliau menekankan betapa pentingnya umat umat Islam menjadi orang berilmu, penuntut ilmu, pendengar ilmu, atau setidaknya pecinta ilmu, dan jangan sampai menjadi golongan kelima yang hancur karena tidak memiliki ketertarikan pada ilmu sama sekali.

Tradisi belajar ini turut meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang rutin melakukan tadarus Al-Qur'an bersama Malaikat Jibril setiap Ramadan tiba. Kegiatan tadarus ini bukan sekadar membaca teks, namun juga sebagai upaya mendalam untuk merenungi makna dan pesan suci dari ayat-ayat Al-Qur'an. Menegaskan urgensi akan hal tersebut, Ali Hasan Al Bahar menyampaikan pesan yang kuat kepada para pendengar. "Bulan Ramadan bulan yang benar-benar semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan sebanyak-banyaknya amalan-amalan yang baik dan puncak dari amalan baik adalah menuntut ilmu, mencari ilmu, menambah ilmu,".

Sebagai penutup, beliau menasihati kita bahwa jika suatu hari berlalu tanpa ada tambahan ilmu yang mampu mendekatkan diri kepada Allah, maka hari tersebut sejatinya telah kehilangan keberkahannya sejak matahari terbit. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi kita semua menjadikan Ramadan sebagai momentum emas guna meningkatkan pemahaman serta antusiasme belajar setiap harinya. Harapannya, semangat keilmuan ini dapat mengangkat derajat umat, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Penulis : Andika Pratama/Kasih Nur/ Deny Saputra

Tag :