Program Studi Tarjamah Gelar Seminar Nasional Bahas Peran Systemic Functional Linguistics (SFL) dalam Memahami Kesepadanan Makna Penerjemahan
Berita FAH Online – Program Studi Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertema Menakar Kesepadanan Makna Systemic Functional Linguistics sebagai Kerangka Analisis dan Praktik Penerjemahan pada Rabu (16/09/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum., dosen Departemen Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman, sebagai narasumber. Acara turut dihadiri oleh Dekan FAH UIN Jakarta Dr. Ade Abdul Hak, M.Hum., serta Ketua Program Studi Tarjamah Prof. Dr. Darsita Suparno, S.S., M.Hum., C.IQnR., bersama civitas akademika Program Studi Tarjamah.
Dalam sambutannya, Dr. Ade menekankan pentingnya penguasaan bahasa, teori, dan metode sebelum mahasiswa memasuki tahap analisis penerjemahan. Ketiga unsur tersebut menjadi fondasi agar penelitian mampu menghasilkan pembacaan yang tepat terhadap data serta mendukung kualitas hasil terjemahan. Seminar ini membahas Systemic Functional Linguistics sebagai pendekatan yang melihat bahasa sebagai sistem pembentuk makna. Melalui perspektif SFL, penerjemahan dipahami sebagai proses membangun kembali makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. Hal ini bertujuan agar penerjemahan tidak berhenti pada perpindahan kata, tetapi berkaitan dengan bagaimana pesan, hubungan sosial, dan konteks budaya direpresentasikan dalam teks.
Dr. Asrofin menjelaskan bahwa SFL dapat digunakan untuk mengkaji berbagai aspek kebahasaan, seperti makna ideasional, interpersonal, dan tekstual. Salah satu gagasan yang ditekankan dalam seminar ini adalah “Being a translation is being contextual”, yang menunjukkan bahwa proses penerjemahan selalu berkaitan dengan konteks penggunaan bahasa. Oleh karena itu, penerjemah perlu memahami hubungan antara bahasa, budaya, serta situasi komunikasi
Selain membahas konsep dasar SFL, seminar juga mengarahkan mahasiswa agar mampu mengembangkan penelitian penerjemahan secara lebih terfokus. Narasumber menyampaikan bahwa mahasiswa tidak harus menggunakan seluruh perangkat SFL dalam penelitian, tetapi dapat memilih satu aspek tertentu sesuai dengan karakteristik data yang dikaji. Penelitian juga perlu didasarkan pada data nyata dan dilanjutkan hingga tahap interpretasi agar menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas penerapan SFL dalam berbagai objek penelitian, mulai dari film dokumenter, berita, hingga penerjemahan berbasis teknologi AI. Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya kemampuan linguistik, kepekaan budaya, berpikir kritis, dan kreativitas dalam menghadapi perkembangan dunia penerjemahan.
Penulis: Andika Pratama
Dokumentasi:


