Prodi Tarjamah FAH Matangkan Persiapan Dokumen Akreditasi Unggul Berbasis Inovasi Mendunia
Prodi Tarjamah FAH Matangkan Persiapan Dokumen Akreditasi Unggul Berbasis Inovasi Mendunia

Tangerang Selatan, Berita FAH Online — Program Studi Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Dokumen Akreditasi Program Studi Tarjamah dengan visi Inovasi Mendunia. Rapat ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan akademik, sumber daya manusia, serta kelengkapan dokumen akreditasi sesuai dengan ketentuan terbaru BAN-PT.

Dalam rapat tersebut, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum menegaskan bahwa persiapan akreditasi Program Studi Tarjamah merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Akreditasi tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memastikan ketercapaian standar pendidikan tinggi, penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Tarjamah Prof. Dr. Darsita S, M.Hum menyampaikan bahwa rapat koordinasi persiapan dokumen akreditasi menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memastikan seluruh aspek penilaian dapat dipenuhi secara sistematis dan terukur. Prof. Darsita menegaskan bahwa visi Prodi Tarjamah sebagai program studi yang berorientasi pada Inovasi Mendunia pada dunia pendidikan dan penelitian harus tercermin secara nyata dalam seluruh dokumen akreditasi, baik melalui kurikulum, kinerja dosen, prestasi mahasiswa, maupun luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pembahasan terkait dosen dan beban kerja, rapat menegaskan bahwa pengaturan SKS dosen mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2018, dengan ketentuan beban Tridharma dosen tetap berada pada rentang 12 hingga 16 SKS per tahun. Pembagian beban mengajar dilakukan secara merata kepada dosen tetap terlebih dahulu sebelum dialokasikan kepada dosen tidak tetap, dengan ketentuan maksimal 12 SKS bagi dosen tidak tetap, serta dilakukan pemetaan jumlah dosen untuk menjamin distribusi tugas yang proporsional.

Rapat juga membahas mekanisme akreditasi yang saat ini menggunakan empat standar dengan total 63 poin penilaian yang wajib dipenuhi oleh program studi. Sebanyak 63 poin tersebut akan dibagi dan didistribusikan kepada enam dosen Prodi Tarjamah untuk penyusunan dokumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED), dengan memanfaatkan platform digital seperti Google Sheets dan Google Docs guna mendukung efektivitas koordinasi dan ketepatan penyusunan data.

Dalam aspek akademik, seluruh Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Prodi Tarjamah telah selesai diperbarui dan dinyatakan lengkap secara dokumen. RPS tersebut siap diunggah ke dalam sistem akreditasi sebagai bukti keterpenuhan standar pembelajaran, dengan target pengajuan akreditasi yang direncanakan pada April 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Riyan Adi Putra, M.Hum menegaskan bahwa pemenuhan seluruh indikator unggul harus dibuktikan secara menyeluruh dan terintegrasi. Beberapa aspek penting yang menjadi perhatian meliputi ketercapaian tracer study minimal 75% untuk TS-2, data lulusan TS-3 dalam tiga tahun terakhir, pembaruan jabatan fungsional dosen pada PDDIKTI, serta pemenuhan prestasi mahasiswa minimal lima tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan capaian akademik.

Selain itu, data kuantitatif seperti jumlah mahasiswa baru, rasio dosen, serta data mahasiswa dalam lima tahun terakhir akan ditarik secara otomatis dari PDDIKTI. Ke depan, pemerintah juga mengupayakan integrasi data Tridharma dosen yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui sistem SISTER dan SINTA, sementara dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) akan disediakan oleh LPM sebagai unit penjamin mutu institusi.

Rapat koordinasi ini juga mencatat adanya sejumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah melibatkan mahasiswa Prodi Tarjamah sebagai bukti dukung kinerja dosen dan mahasiswa. Dengan persiapan yang matang, pemenuhan dokumen yang terukur, serta sinergi antara program studi, fakultas, dan LPM, Prodi Tarjamah optimistis mampu meraih akreditasi unggul yang mencerminkan kualitas akademik serta visi Inovasi Mendunia. (Nurul Aini)

Tag :