Pentingnya Menjaga Istikamah Ibadah Pasca Ramadan
Pentingnya Menjaga Istikamah Ibadah Pasca Ramadan

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Di penghujung bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim diingatkan untuk tidak sekadar menjadikan ibadah sebagai rutinitas musiman yang berhenti begitu saja saat Idul Fitri tiba. Kamis, (12/03/2026), Prof. Dr. Didin Saepudin, M.A., dalam program Mutiara Ramadan yang ditayangkan melalui kanal YouTube FAH UIN Jakarta, menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah pasca Ramadan. Beliau membuka tausiyahnya dengan kutipan bijak bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa seseorang melangkah lebih jauh daripada rencana besar yang tidak terealisasi, yang mana hal ini sangat relevan dengan hadis Nabi SAW mengenai amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah mengenai interaksi hamba dengan Al-Qur'an, di mana antusiasme membaca dan mengkaji kitab suci selama Ramadan hendaknya terus dijaga karena setiap hurufnya bernilai sepuluh kebaikan. Prof. Didin juga mengajak jamaah untuk melestarikan salat sunah seperti Qabliyah, Ba'diyah, Duha, hingga salat malam atau tahajud sebagai penyempurna ibadah wajib. Beliau mengibaratkan salat fardu sebagai modal utama, sementara salat sunah adalah keuntungan yang memberikan nilai tambah luar biasa di sisi Allah, terutama salat tahajud yang mampu mendidik keikhlasan seorang Muslim karena sifat ibadahnya yang rahasia di tengah keheningan malam.

Lebih lanjut, kedermawanan yang menjadi ciri khas selama bulan suci juga diharapkan dapat bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup atau lifestyle filantropi yang berkelanjutan. Berdasarkan surat Ali Imran ayat 134, orang yang bertakwa adalah mereka yang tetap gemar berinfak dan berbagi baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Dengan mempertahankan kebiasaan membaca Al-Qur'an, menjaga salat malam, dan rutin bersedekah di luar bulan Ramadan, seorang Muslim dapat membuktikan kualitas takwanya secara nyata. Sebagai penutup, Prof. Didin berpesan agar nilai-nilai mulia ini tetap hidup sepanjang tahun sebagai benteng diri dari segala godaan yang dapat melunturkan keimanan.

Penulis: Nadhira Sonja Isinbayeva/ Kasih Nur/ Deny Saputra

Tag :