Pengenalan Budaya Akademik Dan Kemahasiswaan Dilingkungan Fakultas Adab Dan Humaniora
Tangerang selatan, berita fah online- mahasiswa baru fakultas adab dan humaniora, mengikuti rangkaian kegiatan pbak fah 2026. Memasuki hari 3 kegiatan pbak uin jakarta, bertempat di gedung syahida inn pada jum’at (28/08/2026). Terselenggaranya kegiatan ini, ditunjukan untuk Mahasiswa Baru FAH 2026 mengenali lingkungan Akademik dan Kemahasiswaan di Fakultas Adab dan Humaniora, serta dapat menyiapkan diri sebelum memasuki dunia perkuliahan nantinya.
Dibuka sejak pukul 6 pagi, menghadirkan Jajaran Dekanat Fakultas Adab dan Humaniora, Prof. Dr. Hendrawati, M.Si Guru Besar dalam bidang Ilmu Kimia Lingkungan UIN Jakarta, H. Adi Tiya Wijaya, S,H. Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Abdurrohman dan Abdillah Onim Aktivis Indonesia. Dengan disambut baik oleh Ketua DEMA FAH Muhammad Ibnu Chajar dan seluruh panitia pelaksana PBAK FAH 2026.
Dalam sambutannya, Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum., CIQnR menyampaikan Fakultas telah memberikan dukungan berupa dana untuk karya tulis artikel bagi Mahasiswa dan memberikan kesempatan untuk mengganti Skripsi sebagai tugas akhir dengan menulis artikel, Buku, DLL.
“kami telah memberikan kesempatan untuk Mahasiswa FAH mengganti tugas akhirnya yang berupa Skripsi dengan kepenulisan Artikel dan harus terbit di Jurnal nasional maupun Internasional, serta adanya dukungan dana untuk mahsiswa FAH dalam membuat karya Artikelnya” Ujarnya.
Materi kewirausahaan
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi kewirausahaan, diadakanya materi ini untuk menyambut baik arahan dari Wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan dan kerjasama Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A., Ph.D dalam sambutannya.
“Fakultas Adab dan Humaniora telah banyak menjalin MOU dengan pemerintah baik di pusat dan daerah, tetapi sedikit sekali Alumni kita yang bekerja di kantor pemerintahan yang telah menjalin MOU dengan kita, kebanyakan Alumni kita itu berkiprah sebagai wirausaha, sehingga sangat diharapkan agar kegiatan PBAK ini bisa menjadi ajang untuk menyiapkan para Mahsiswa FAH dalam dunia Kewirausahaan” Ungkapnya.
Dalam sesi kewirausahaan, Abdurahhman S,Hum Alumni Program Studi Tarjamah UIN Jakarta menyampaikan diperlukannya mahasiswa FAH memahami dunia Kewirausahaan, karena lapangan kerja yang tersedia sekarang sangat kecil. Sehingga perlunya Mahasiswa mulai menciptakan lapangan kerja itu sendiri.
“kenapa kita perlu memahami wirausaha?, karena lapangan kerja yang tersedia sekarang sangat kecil, dari sini kita harus mulai berpikir untuk menciptakan lapangan kerja itu sendiri” Ujarnya
kegiatan wirausaha sendiri bukan hanya untuk menciptakan usaha baru tetapi harus paham resiko dan menciptakan inovasi baru. Serta perlunya membangun usaha itu sejak di bangku kuliah.
“kegiatan kewirausaha tidak hanya menciptakan usaha baru, tetapi juga mencakup risiko yang terukur, serta mengimplementasikan inovasi yang dapat menciptakan peluang lebih luas. Sehingga sangat penting mahasiswa membangun usaha sejak duduk di bangku kuliah” Tambahnya.
Materi tentang Palestina
Semarak kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian isu tentang palestina, Abdillah Onim Aktivis Indonesia menyampaikan perlawanan yang dilakukan di jalur Gaza itu adalah perlawanan terhadap Zionis, sehingga perlawan masyarakat Palestina di Gaza itu adalah entitas Zionis yang melakukan eksodus.
“Perlawanan yang dilakukan masyarakat Palestina di Gaza itu adalah perlawanan terhadap Zionis, Zionis sendiri adalah Imigran yang berasal dari beberapa Negara yang melakukan Eksodus. Mereka Imigran di Palestina sejak tahun 1917 dengan ditandatangani perjanjian Balfour oleh perdana menteri Inggris, Lord Balfour. Sehingga perlawanan masyarakat Palestina di Gaza adalah entitas/eksistensi Zionis yang melakukan Eksodus” Ujarnya.
Selain itu, perlunya mahasiswa memiliki wawasan yang luas dalam memahami agama. Serta memiliki pandangan tentang agama itu dari banyak sudut pandang dan kelompok, sehingga kita tetap bisa menjalin silahtuhrahmi.
“ tidak hanya antar agama, tapi juga sesama agama pun kita harus memahami masing-masig dari kelompok yang ada di Islam. Tentunya dalam menjalankannya harus bedasarkan dari Al-Qur’an dan Sunah Nabi Muhammad SAW. jangankan antar agama kita sesama agama pun masih sering terjadi Konflik, tapi dari sini kitaharus memiliki wawasan yang luas, agar perbedaan kelompok dalam islam tidak menjadi penghalang untuk bersilatuhrahmi” Tambahnya.
Materi Green Kampus UIN Jakarta
Selanjutnya untuk menutup rangkaian sesi materi dilakukan dengan pembahasan tentang Green Kampus UIN Jakarta, Prof. Dr. Hendrawati, M.Si Guru Besar dalam bidang Ilmu Kimia Lingkungan UIN Jakarta menyampaikan dalam menjalankan Green Kampus mahasiswa cukup menjalankan hak dan kewajiban pelajar sesuai kode etik yang berlaku.
“Green Kampus itu apa sih yang harus dijalankan oleh mahasiswa? Sebenarnya sedrhana. Mahasiswa cukup menjalankan hak dan kewajiban berdasarkan kode etik. Kode etik tersebut sudah ada sejak tahun 2022. Saya akan menggaris bawahi hak dan kewajiban yang terkait green Kampus: pertama, harus mampu menjaga keamanan, kedamaian, kebersihan dan pemeliharaannya. Kedua, tidak boleh merokok di dalam kampus, Rokok dan Vape itu sama dan dilarang sesuai dengan kode etik kita” Ujarnya.
Kegiatan green Kampus ini mencakup, ada seminar, ada bank Sampah lalu ada tebar ecofensil dan UIN Jakarta telah memiliki TPST sendiri.
“Kegiatan Green Kampus sendiri mencakup Seminar (Tanam Pohon), Bank Sampah, Tebar Econfensil. UIN Jakarta sendiri telah menyediakan tempat mengisi air minum jadi mahasiswa dapat mengurangi penggunaan botol plastic dan menggantinya dengan tumbler. Selain itu UIN Jakarta sendiri sudah memiliki Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu bernama Cipta Alam Lestari Terpadu, jadi seluruh sampah dari kampus 1,2 dan 3 semuanya diolah di TPST CALISA ini” Tambahnya.
Dipenghujung acara dilakukan dengan penampilan dari Band UIN Jakarta dengan membawakan beberapa lagu untuk menutup rangkaian kegiatan PBAK FAH 2026.
Dengan terlaksannya kegiatan ini diharapkan Mahasiswa Baru FAH dapat mempersiapkan diri sebelum nantinya mulai memasuki dunia perkuliahan dan diharapkan agar Mahasiswa Baru sudah memiliki tujuan untuk 4 tahun kedepan. Sehingga dapat mempersiapkan dirinya sejak di duduk di bangku Kuliah.
Penulis: Ahmad Daffa Rasyidi
