Mutiara Ramadhan Jilid 2: Keutamaan Ramadhan Dan Manfaatnya Dalam Kehidupan
Mutiara Ramadhan Jilid 2: Keutamaan Ramadhan Dan Manfaatnya Dalam Kehidupan

Tangerang Selatan, Berita FAH Online- Mutiara Ramadhan (jilid 2) kembali hadir mengisi bulan ramdhan tahun ini dengan tema dan pembahasan yang berbeda dan lebih menarik dari tahun sebelumnya, program ini diadakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidaytullah Jakarta. Yang diisi oleh para asatidz dan asatidzah Fakultas Adab dan Humaniora  sebagai pembakalan spiritual kepada mahasiswa dan juga kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia. Pada Kamis, (19/02/2026) Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag, SS, M.Hum selaku narasumber dan dekan Fakultas Adab dan Humaniora membawakan tema”Keutamaan Ramadhan dan manfaatnya dalam kehidupan” sebagai pembuka program pada tahun ini.

Beliau menyampaikan sebagai seorang muslim kita berkewajiban berpuasa sebagaimana dalam surat (Al-Baqarah:183-187) keutamaan ayat-ayat yang ada pada perintah puasa salah satunya adalah menjadikan kita bertakwa. ketakwaan bisa dicapai dengan cara pertama, Berilmu sebagai mana termaktub pada ayat 184, kedua, Bersyukur sebagai mana termaktub pada ayat 185, ketiga, Mengerjakan dan Mengamalkan (perintahnya) sebagaimana termaktub pada ayat 186. Beliau menekankan keutamaan atau kebahagian puasa ramadhan hanya bisa dicapai dengan cara berilmu seperti pada surat (Al-Baqarah 184).

beliau juga mengutip kitab karangan syekh Abdul Qadir Jaelani (Sirr’ul Asrar) dijelaskan ada 3 macam ilmu yang harus di raih pertama, Ilmu Syariat yang akan menuntun kita dalam berpuasa berbasis syariat, kedua, Ilmu Tarekat di dalam kitab tersebut dijelaskan selain puasa syariat ada juga puasa tarekat, beliau menerangkan untuk mencapai ilmu atau puasa syariat ada beberapa syarat atau rukun puasa seperti: berkeyakinan islam, berakal, baligh, sehat secara fisik,dan mampu lahir dan batin, syarat dan rukun puasa memiliki manfaat salah satunya untuk kesehatan tubuh. selain untuk kebahagian dunia kita juga harus mengejar kebahagian akhirat yaitu ruh kita dan batin kita maka ilmu tarekat harus dipahami agar terhindar dari hal-hal yang membatalkan puasa yang dilakukan oleh jiwa dan ruh kita, maka dari itu kita harus mengenal 3 ilmu tadi ilmu syariat untuk menjalankan puasa secara sehat, ilmu tarekat untuk menjalankan puasa secara tarekat dan ilmu hakikat untuk menjalankan makna dari puasa itu sendiri.

Sebelum mengakhiri kajian beliau berpesan” puasa secara syariat, puasa secara tarekat, puasa secara hakekat” ujar Dr. Ade, beliau juga berharap agar seluruh umat islam di Indonesia bisa melaksanakan puasa di bulan ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Ahmad Daffa Rasyidi

Tag :