Menyusuri Jejak Haji dari Batavia ke Baitullah, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan FAH UIN Jakarta Kunjungi Pulau Onrust
Menyusuri Jejak Haji dari Batavia ke Baitullah, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan FAH UIN Jakarta Kunjungi Pulau Onrust

Tangerang Selatan, FAH Online – Jejak panjang perjalanan haji masyarakat Nusantara pada masa kolonial menjadi bagian penting dari sejarah sosial dan budaya Indonesia. Hal tersebut turut menjadi perhatian dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melalui kunjungan ke Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, dalam rangka menghadiri undangan pembukaan pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam” yang dilaksanakan oleh Museum Kebaharian Jakarta pada Kamis (20/8/2026).

FAH UIN Jakarta mendapat undangan dari Museum Bahari Jakarta sebagai bentuk realisasi kerja sama antara Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Museum Bahari Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, FAH UIN Jakarta mengirimkan delegasi yang terdiri atas Dr. Lolytasari, S.Ag., M.Hum., M.Si., Lily Sudria Wenny, S.IP., M.Hum., serta mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan, Saniyah Tussalamah Ramadhani.

Kehadiran delegasi FAH UIN Jakarta merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama kedua lembaga sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam”. Melalui kegiatan ini, delegasi FAH berkesempatan menyaksikan secara langsung berbagai koleksi arsip, foto, dan artefak yang merekam perjalanan haji masyarakat Nusantara pada masa kolonial. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pengelolaan arsip, pelestarian sejarah, dan pemanfaatan sumber informasi budaya.

Pameran tersebut digagas oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan melibatkan sejumlah kolaborator nasional dan internasional, di antaranya Kementerian Haji dan Umrah RI, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Perpustakaan Nasional RI, Departemen Arkeologi Universitas Indonesia, serta FAH UIN Jakarta. Kegiatan ini juga menggandeng mitra internasional dari Kesultanan Oman.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul peserta di Pelabuhan Sunda Kelapa pada pukul 06.30 WIB. Para peserta kemudian menyeberang menuju Pulau Onrust menggunakan kapal cepat. Seremoni pembukaan pameran berlangsung sekitar pukul 10.30–11.15 WIB, dilanjutkan dengan tur pameran bagi para tamu undangan pada pukul 11.20–11.50 WIB.

Tidak hanya mengunjungi pameran, rombongan juga diajak menyusuri kompleks bangunan bersejarah di Pulau Onrust. Dalam tur tersebut, kurator memberikan penjelasan mengenai sejarah Pulau Onrust sebagai salah satu lokasi karantina kesehatan bagi calon jemaah haji pada era kolonial. Fungsi karantina tersebut secara resmi berlangsung pada periode 1911–1933, dengan 35 barak yang memiliki kapasitas sekitar 3.500 jemaah, sebelum kemudian fungsi karantina dipindahkan ke Tanjung Priok.

Para peserta juga memperoleh informasi mengenai peninggalan teknologi sumur artesis kolonial yang mampu memancarkan air dari kedalaman sekitar 200–300 meter tanpa bantuan pompa. Selain itu, kurator menjelaskan jejak kerusakan kompleks Pulau Onrust akibat penjarahan material bangunan pada 1968 yang menyebabkan sebagian besar bangunan bersejarah di kawasan tersebut kini hanya menyisakan reruntuhan dan pondasi.

Pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam” dibuka untuk umum mulai 21 Agustus 2026 hingga 1 Januari 2027. Pameran tersebut menghadirkan arsip, foto, dan artefak yang merekam perjalanan masyarakat Hindia Belanda menuju Tanah Suci.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan sivitas akademika FAH UIN Jakarta, khususnya Program Studi Ilmu Perpustakaan, dalam memahami arsip dan memori sejarah sebagai sumber informasi budaya. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi riset lintas lembaga dalam pelestarian warisan sejarah perjalanan haji masyarakat Indonesia.

Penulis : Kasih Nur/ Deny Saputra

Dokumentasi:

Pulau Onrust 1

Pulau Onrust 2

Pulau Onrust 3

Tag :