Memperluas Jejaring Akademik, FAH UIN Jakarta Gelar Sosialisasi dan Promosi Program Studi Magister dan Doktor SPI di FUDA UIN SMH Banten
Serang (Banten), Berita FAH Online - Dalam rangka memperkuat ekosistem riset sejarah, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan sosialisasi dan promosi Program Magister (S2) Sejarah Kebudayaan Islam dan Program Doktor (S3) Sejarah Peradaban Islam di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (14/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) UIN SMH Banten ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari balasan silaturahmi FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyusul kunjungan sebelumnya dari FUDA UIN SMH Banten ke FAH UIN Jakarta pada Desember 2025 dalam rangka penjajakan kerja sama dan penguatan kolaborasi akademik.
Dekan FUDA UIN SMH Banten, Dr. Masykur, M.Hum., yang menyambut positif kunjungan baik inisiatif FAH UIN Jakarta. Beliau mendorong para dosen dan alumni di lingkungannya untuk memanfaatkan peluang emas ini guna meningkatkan kualifikasi akademik mereka di institusi yang sudah sangat teruji kualitasnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik FAH UIN Jakarta, Dr. Ida Farida, M.LIS., dalam sambutannya mengharapkan kolaborasi para praktisi akademik dapat mengembangkan narasi sejarah dengan metodologi yang lebih komprehensif.
"Kami hadir untuk mengajak rekan-rekan di UIN Banten bergabung dalam ekosistem akademik FAH. Kami percaya, lulusan dari Banten akan membawa perspektif sejarah lokal untuk dikembangkan di tingkat nasional maupun internasional," ujar Dr. Ida.
Lebih lanjut, Dr. Ida menambahkan bahwa FAH UIN Jakarta saat ini telah membuka dan mengembangkan Program Studi Magister (S2) serta Program Studi Doktor (S3) sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan riset sejarah Islam.
Dalam kesempatan Kaprodi Magister Sejarah Kebudayaan Islam (S2) sekaligus Kaprodi Prodi Doktoral Sejarah Peradaban Islam (S3) Prof. Dr. Jajat Burhanuddin M.A. menegaskan bahwa riset melalui kajian sejarah memiliki peran penting dalam menggali dan membangun keilmuan sejarah Islam yang kokoh dan berbasis metodologi ilmiah yang kuat. Menurutnya, pendekatan historis yang digunakan dalam Program Doktor SPI FAH membedakan kajian ini dari Islamic Studies milik Program Pasca Sarjana UIN Jakarta .
“Program S3 SPI FAH ini mencoba menangkap masa lalu lebih akurat berdasarkan keilmuan sejarah yang kokoh” Ujar Prof Jajat
Ia juga menambahkan bahwa Program Doktor Sejarah Peradaban Islam FAH UIN Jakarta merupakan satu-satunya program doktor sejarah Islam di lingkungan PTKIN, sehingga memiliki posisi strategis dalam pengembangan kajian sejarah dan peradaban Islam di Indonesia.
Sebagai inti dari kunjungan ini, Ketua Program Studi S2 & S3 SPI UIN Jakarta, Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, memberikan paparan mendalam mengenai keunggulan akademik yang ditawarkan. Beliau menyoroti bahwa kurikulum di FAH dirancang untuk mencetak sejarawan yang kritis dan mampu menjawab tantangan zaman. Beberapa poin utama yang dipromosikan meliputi: fokus riset, peluang beasiswa, dan kualitas pengajar.
"Program kami tidak hanya mencetak lulusan yang hafal data sejarah, tetapi mereka yang mampu melakukan dekonstruksi dan analisis mendalam terhadap perkembangan peradaban Islam," tegas Prof. Jajat di hadapan civitas akademika FUDA UIN SMH Banten.
Forum diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta, baik mahasiswa maupun alumni FAH yang berdomisili di wilayah Banten. Beragam pertanyaan dan tanggapan disampaikan, menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap pengembangan studi lanjut di bidang sejarah dan peradaban Islam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang semakin memperkaya diskusi. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan dalam rangka penguatan kapasitas intelektual dan peningkatan kualitas riset di lingkungan PTKIN. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol penguatan silaturahmi antarlembaga.
Penulis: Nadhira Sonja Isinbayeva dan Kasih Nur
Dokumentasi:



