Mahasiswa Tarjamah UIN Jakarta Terbitkan Karya Terjemahan Al-Qur’an Ber-ISBN
Ciputat, Berita FAH Online – Mahasiswa Program Studi Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Siti Badriyah Agustina, berhasil menerbitkan karya terjemahan Arab-Indonesia berjudul The Power of Al-Qur’anic Insights (Menyingkap Rahasia Jiwa, Mukjizat Bahasa, dan Tirani Kehidupan). Buku tersebut merupakan hasil terjemahan dari kitab Fii al-Qashashi al-Qur’aniyyu karya Prof. Dr. Abdul Ghani Awad Ar-Rajihi dan diterbitkan oleh Naga Pustaka dengan ISBN 978-634-7694-36-2 pada 2026.
Siti Badriyah merupakan mahasiswa angkatan 2022 Program Studi Tarjamah mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap penerjemahan berawal dari keinginannya menghasilkan karya sebagai mahasiswa Tarjamah. Proses menerjemahkan menjadi pengalaman belajar yang mempertemukan kemampuan bahasa, strategi penerjemahan, serta ketelitian dalam memahami konteks teks sumber.
Karya setebal 469 halaman tersebut mengangkat pembahasan mengenai kisah-kisah dalam Al-Qur’an, mukjizat bahasa Al-Qur’an, serta pesan kehidupan yang terkandung di dalamnya. Siti memilih karya Prof. Abdul Ghani Awad Ar-Rajihi karena melihat nilai keilmuan dan relevansinya dengan kehidupan masyarakat. Buku ini ditujukan bagi pembaca luas agar pesan yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Qur’an dapat dipahami dalam konteks kehidupan saat ini.
Dalam proses penerjemahan, Siti menerapkan pendekatan keberterimaan bagi pembaca Indonesia. Ia berupaya menghadirkan hasil terjemahan yang mengalir dengan tetap menjaga pesan dari teks asli. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah ketika menerjemahkan syair, peribahasa, dan ungkapan Arab yang memiliki latar budaya tertentu. Untuk mengatasinya, ia melakukan pencarian referensi serta memahami konteks sebelum dan sesudah bagian teks tersebut. “Saya mengambil keberterimaan kepada pembaca. Kalau hanya mengandalkan penerjemahan teks sumber, hasilnya bisa kaku. Jadi saya rombak lagi menjadi terjemahan yang lebih mengalir untuk pembaca Indonesia,” jelasnya.
Siti juga memanfaatkan teknologi seperti Gemini AI sebagai alat bantu dalam proses awal penerjemahan. Namun, proses penyuntingan dan penyesuaian tetap dilakukan secara mandiri agar hasil akhir memiliki kualitas yang sesuai dengan tujuan penerjemahan.
Dalam perjalanannya, ia mendapat dukungan dari dosen dan lingkungan akademik Program Studi Tarjamah. Pembelajaran mengenai strategi penerjemahan serta publikasi terjemahan menjadi bekal penting dalam menyelesaikan karya tersebut. Ke depan, Siti berharap dapat terus menghasilkan karya dan menekuni profesi sebagai penerjemah tersumpah. Ia juga berpesan kepada teman-temannya di prodi Tarjamah agar berani memulai berkarya. Menurutnya, sebuah karya dapat menjadi jejak yang tetap memberikan manfaat bagi orang lain.
Penulis: Andika Pratama
