Kolaborasi FAH UIN Jakarta, Lingkar Filologi Ciputat, dan Dompet Dhuafa Ungkap Nilai Ekonomi dalam Manuskrip Nusantara
Kolaborasi FAH UIN Jakarta, Lingkar Filologi Ciputat, dan Dompet Dhuafa Ungkap Nilai Ekonomi dalam Manuskrip Nusantara

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Program Studi Doktor Sejarah Peradaban Islam bekerja sama dengan Lingkar Filologi Ciputat dan Dompet Dhuafa menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Isu Ekonomi dalam Manuskrip dan Aksara” pada Rabu (24/06/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Eka Kurnia Firmansyah, M.Hum., Kaprodi Sastra Arab Universitas Padjadjaran, Prof. Yudi Latif, selaku kurato Sasana Budaya Dompet Dhuafa,  Prof. Dr. Jajat Burhanudin, M.A. selaku Kaprodi MSKI-DSPI, dan Nur Kholis dari Galeri Aksara Indonesia sebagai narasumber, dengan Dania, M.Hum., selaku moderator sekaligus Pengurus Lingkar Filologi Ciputat. Acara turut dihadiri Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A., Ph.D., jajaran pimpinan FAH UIN Jakarta, perwakilan Dompet Dhuafa, akademisi, peneliti, serta mahasiswa Sejarah Peradaban Islam.

Seminar ini menjadi ruang akademik untuk membahas bagaimana manuskrip dan aksara Nusantara merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat masa lalu, termasuk perkembangan ekonomi, sistem moneter, dan praktik perdagangan. Melalui kajian terhadap sumber primer, peserta diajak melihat manuskrip sebagai dokumen sejarah yang menyimpan pengetahuan mengenai dinamika sosial dan budaya yang berkembang dalam suatu masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Usep Abdul Matin menekankan pentingnya keberadaan manuskrip dan dokumen sebagai fondasi dalam penelitian sejarah. Menurutnya, pemahaman terhadap masa lalu membutuhkan sumber yang mampu memberikan gambaran mengenai peristiwa secara lebih dekat dan akurat. Manuskrip menjadi salah satu sumber penting karena merekam pemikiran, pengalaman, serta aktivitas masyarakat dari berbagai periode.

Ia juga mengaitkan pentingnya kajian sejarah dengan gagasan bahwa pemahaman terhadap masa lalu dapat memberikan perspektif dalam membaca kondisi masa kini. Melalui penelitian terhadap dokumen dan manuskrip, para akademisi dapat menggali berbagai pengalaman peradaban yang memiliki relevansi bagi kehidupan masyarakat saat ini.

Pada sesi utama, Dr. Eka Kurnia Firmansyah, M.Hum., memaparkan kajiannya mengenai resistensi moneter terhadap kolonialisme melalui penggunaan Pitas sebagai alat tukar dalam Kesultanan Banjar. Ia menjelaskan bahwa Pitas atau Pitus merupakan mata uang logam berbahan tembaga yang berkembang melalui jaringan perdagangan Asia dan digunakan dalam aktivitas ekonomi masyarakat Banjar.

Kajian tersebut didasarkan pada surat Sultan Banjar tahun 1819 yang menunjukkan bagaimana masyarakat mempertahankan penggunaan alat tukar yang telah memiliki kepercayaan sosial. Manuskrip tersebut memberikan gambaran bahwa sistem ekonomi lokal memiliki mekanisme tersendiri dalam menghadapi perubahan dan tekanan dari sistem moneter kolonial.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Nur Kholis dari Galeri Aksara Indonesia yang mengangkat tema pelestarian aksara Nusantara. Ia menjelaskan bahwa aksara lokal tidak hanya memiliki nilai historis sebagai media penyimpan pengetahuan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat modern.

Selain membahas ekonomi dan aksara, kegiatan ini juga menghadirkan refleksi mengenai tantangan penelitian manuskrip Nusantara. Ketersediaan sumber, keterbatasan akses terhadap naskah, serta dominasi arsip kolonial menjadi beberapa persoalan yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam merekonstruksi sejarah.

Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta serta penyerahan cinderamata. Melalui kegiatan ini, FAH UIN Jakarta bersama mitra kolaborasi mendorong penguatan kajian filologi dan sejarah sebagai upaya memahami warisan intelektual Nusantara sekaligus membuka ruang penelitian terhadap manuskrip sebagai sumber pengetahuan yang bernilai.

Penulis: Andika Pratama/ Inna Fatahna Hanifah

Dokumentasi: 

Filologi 5

Filologi 4

Filologi

Filologi 3

Filologi 2

Tag :