Jebakan Instan? Dampak Penggunaan AI dalam Kemampuan Menulis
Perkembangan teknologi terasa begitu pesat belakangan ini, terutama dengan hadirnya teknologi AI (Artificial Intelligence) yang merubah gaya hidup dan cara pandang kita sehari-hari. Teknologi ini dirancang untuk meniru kecerdasan makhluk hidup dalam memecahkan masalah sehingga mampu menawarkan berbagai kemudahan akses informasi serta efisiensi waktu yang signifikan bagi para penggunanya. Integrasi AI ke dalam berbagai aspek kebutuhan seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain-lainnya juga tak bisa dielakkan sebagai inovasi baru. Di bidang pendidikan, hadirnya AI ini menimbulkan pro dan kontra di tengah carut marutnya kesibukan akademik.
Salah satu kontribusi paling nyata dari AI ini adalah kemampuannya dalam mengatasi hambatan penulisan awal atau yang sering dikenal sebagai writer's block dengan cara menyediakan inspirasi instan bagi penulis. Dengan adanya bantuan AI, selain membantu dalam tulisan kreatif, namun juga sangat berkontribusi dalam tulisan ilmiah. Mayoritas pelajar merasa sangat terbantu oleh AI dalam mencari referensi dan ide topik karena teknologi ini berfungsi efektif dalam merancang struktur awal tulisan serta menata pemikiran yang semula tidak terstruktur. Sebuah studi berskala kecil bahkan mencatat bahwa 88% responden merasa AI sangat membantu dalam menemukan ide atau topik penulisan karena alat ini merangsang kreativitas sekaligus memperluas wawasan pengetahuan pengguna.
Selain membantu dalam pencarian ide, AI sangat berguna dalam meningkatkan kualitas dan ketepatan tata bahasa serta memperkaya penggunaan kosakata yang beragam. Penelitian menunjukkan bahwa sejumlah besar pelajar merasa lebih percaya diri setelah menggunakan AI, karena selain memberikan saran yang jelas dan profesional, juga bagus dalam meningkatkan kepercayaan diri ini terjadi sebab AI bertindak sebagai korektor otomatis yang memastikan teks yang dihasilkan bebas dari kesalahan dasar sehingga penulis merasa lebih nyaman dalam menuangkan gagasan mereka dalam bahasa yang mungkin bukan bahasa ibu mereka. Mahasiswa dapat menemukan kosakata baru melalui rekomendasi sinonim yang diberikan oleh sistem sehingga perbendaharaan kata mereka menjadi semakin kaya seiring dengan intensitas penggunaan aplikasi tersebut.
Seperti yang diketahui banyak sekali platform canggih yang umum digunakan antara lain meliputi ChatGPT, Gemini, Perplexity, hingga Grammarly yang masing-masing memiliki fungsi spesifik untuk mendukung kelancaran aktivitas akademik. Kendati menawarkan berbagai kemudahan teknis yang menggiurkan, teks yang dihasilkan oleh AI sering kali memiliki keterbatasan signifikan terkait kurangnya pemahaman konteks yang mendalam serta gaya bahasa yang cenderung terasa kaku atau generik. Untuk memastikan bahwa tulisan itu harus memiliki gaya padanan tulisan manusia, penulis harus memoles ulang kembali dengan check and revise. Keterbatasan ini muncul sebab AI itu sendiri bekerja dalam mekanisme algoritma yang sifatnya probabilitas, atau sarat dengan kemungkinan.
Kekhawatiran lain daripada penggunaan AI ini, terutama bagi penggunanya adalah tingginya potensi ketergantungan yang tentu saja bisa menghambat strategi berpikir kritis. Lagi-lagi, penelitian juga membuktikan bahwa penggunaan AI tanpa dikontrol dapat membuat mahasiswa kurang terlibat dalam proses kognitif karena mereka terlalu terbiasa menerima solusi instan yang disediakan oleh sistem tanpa melakukan upaya intelektual yang substansial. Ini menjadi paradoks yang cukup ironis mengingat kemajuan AI pada awalnya digadang-gadang memberi kepraktisan yang maksimal dalam menunjang kebutuhan. Pada akhirnya, diperlukan pendekatan yang seimbang, yaitu mahasiswa memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan mendapatkan umpan balik teknis sembari tetap menjaga keterlibatan aktif dalam berpikir kritis dan mengembangkan argumen yang khas dengan corak mereka sendiri.
Penulis: Andika Pratama
Editor dan Reviewer: Muhammad Husein Fadhlillah
Referensi
Nabila, S. I., Salsabilah, L. Z., Arsinda, F. R., Abdullah, M. R., Khaerunisa, I., & Amal, B. (2025). Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa dan Kepenulisan Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(2).
Jamilah, Wahdaniah, Putri, Y. T., & Ginting, S. B. (2025). The Strengths and Weaknesses of Artificial Intelligence in Improving Writing Skills: A Users’ Perspective. Journal Informatic, Education and Management (JIEM), 7(2), 296–305. https://doi.org/10.61992/jiem.v7i2.144
Aljuaid, H. (2024). The Impact of Artificial Intelligence Tools on Academic Writing Instruction in Higher Education: A Systematic Review. Arab World English Journal, 1(1), 26–55. https://doi.org/10.24093/awej/ChatGPT.2
Sumber Foto: https://paperpal.com/blog/academic-writing-guides/what-are-the-benefits-of-generative-ai-for-academic-writing
