HMPS SPI: Menghadiri Sosialisasi  Crowdsourcing Arsip Foto Departemen Penerangan Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia
HMPS SPI: Menghadiri Sosialisasi Crowdsourcing Arsip Foto Departemen Penerangan Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia

Tangerang Selatan, Berita FAH Online- Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Dan Peradaban Islam mengikuti sosialisasi crowdsourcing arsip foto departemen penerangan lembaga arsip nasional republik Indonesia. Pada Rabu (08/07/2026) bertempat di ruang serbaguna Noerhadi Magetsari gedung C lt.2 Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia. Dalam rangka merealisasikan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 untuk terciptanya sistem kearsipan yang statis, Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ini. 

Kegiatan sosialisasi ini mengundang berbagai kalangan yang memiliki latar belakang sejarah,  baik dari kalangan mahasiswa, organisasi/ Lembaga sampai para peniliti dan ahli dalam bidang sejarah turut hadir menyambut baik terlaksananya kegiatan ini. Nadia Fauziah Dwindari S.I.P., Direktur pengelolah Arsip dan Dr. Mego Pinandito, M.Eng Kepala Arsip Nasional Indonesia turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini.

Dalam sambutannya, Nadia Fauziah Dwindari S.I.P., selaku Direktur pengelolah Arsip menyampaikan Direktorat Pengamanan Arsip berusaha memperkuat fungsi ANRI sebagai pengelola pengetahuan dan penyedia informasi public yang terpercaya dengan memperkenalkan Platform Ingat untuk mempermudah masyarakat mengakses asrip foto Indonesia di masa lampau.

“ANRI saat ini meluncurkan platform digital inovatif bernama INGAT (Ingatan Anda, Memori Bangsa) sebagai solusi atas tantangan keterbatasan data dalam mengolah jutaan koleksi arsip foto bersejarah eks-Departemen Penerangan yang minim keterangan. Melalui program crowdsourcing atau urun daya ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari sejarawan, akademisi, mahasiswa, hingga komunitas—untuk berkolaborasi sebagai mitra kerja dalam melengkapi deskripsi foto lawas tersebut dengan mengidentifikasi tokoh, lokasi, waktu, serta konteks peristiwanya. Langkah gotong royong ini tidak hanya bertujuan mengumpulkan potongan memori kolektif yang tersimpan di masyarakat demi menyelamatkan narasi sejarah visual bangsa, tetapi juga untuk mempercepat proses digitalisasi agar arsip-arsip sejarah ini dapat diakses oleh publik secara lebih cepat, mudah, dan terbuka luas."

Sejalan dengan sambutan sebelumnya, Dr. Mego Pinandito, M.Eng selaku Kepala Arsip Nasional Indonesia menekankan kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengajak masyarakat dan para actor penulis/peneliti di bidang sejarah untuk membantu melengkapi teka-teki sejarah yang belum dapat diungkapkan realitas faktanya melalui kehadiran platform Ingat ini.

"Hari ini kami di ANRI dengan bangga menyosialisasikan platform crowdsourcing bernama (INGAT), sebuah inovasi untuk menyelamatkan arsip foto bersejarah dari Departemen Penerangan yang kondisinya otentik namun 'bisu' tanpa narasi yang jelas. Tantangan terbesar kami adalah banyaknya koleksi foto berharga seperti dokumentasi Bung Karno yang kehilangan konteks mengenai waktu, lokasi, dan detail peristiwanya, sedangkan para saksi hidup dari era tersebut sudah semakin terbatas oleh usia. Oleh karena itu, melalui platform ini kami mengajak masyarakat, komunitas sejarah, dan generasi muda untuk berkolaborasi melengkapi potongan teka-teki sejarah tersebut, di mana setiap informasi yang masuk nantinya tetap akan melewati proses verifikasi, penyelarasan tata bahasa, dan validasi ketat oleh tim ahli kami. Kami percaya bahwa bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya; arsip-arsip ini ibarat kaca spion yang membantu kita melihat ke belakang dengan jelas agar Indonesia dapat melangkah dan merencanakan masa depan dengan arah yang tepat."

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diadakan sosialisasi platform (INGAT) oleh Muhammad Tris Pratama selaku anggota Departemen penerangan Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia, Menjelaskan diciptakan platform INGAT ini untuk mempermudah public dan para penulis/peneliti di bidang sejarah dalam membantu mendeskripsikan 3juta Arsip foto Negara yang dikelola Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia.

“Arsip Nasional meluncurkan platform crowdsourcing bernama INGAT (Ingatan Anda, Memori Kita) yang dapat diakses di https://layanan.arsip.go.id/ingat/arsip , sebuah inovasi yang mengajak publik, akademisi, dan komunitas sejarah untuk membantu mendeskripsikan sekitar 3 juta arsip foto (negatif dan positif) koleksi negara yang mayoritas kehilangan metadata atau keterangan sejak masa penciptaannya. Untuk tahap awal, platform ini menguji coba 62 foto dari Departemen Penerangan (Deppen) guna dilengkapi elemen vitalnya—seperti subjek tokoh, lokasi, waktu, peristiwa, hingga referensi valid—karena keterbatasan sumber daya dan pengetahuan arsiparis dalam mengidentifikasi foto secara mandiri. Alur kontribusinya dibuat ramah pengguna (mobile friendly), di mana masyarakat cukup mendaftar dengan akun Google, melewati proses verifikasi latar belakang demi validitas data, dan mengisi kolom deskripsi pada foto yang dipilih. Sistem ini memanfaatkan teknologi AI untuk membantu pembobotan otomatis dan akan dilengkapi gamifikasi bermodel lencana (badge) mirip aplikasi Strava untuk mengapresiasi partisipan aktif, sementara proses validasi akhir tetap dikurasi ketat oleh arsiparis dan sejarawan ahli sebelum nantinya diintegrasikan penuh ke Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) agar dapat diakses secara luas” Ujarnya

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktek dari pembahasan sosialisasi sebelumnya, dalam menggunakan platform (INGAT) untuk seluruh peserta yang hadir. dipenghujung kegiatan diadakan sesi Tanya jawab dari para peserta kepada narasumber kegiatan sosialisasi terkait keberlanjutan Platform (INGAT) agar dapat diakses  oleh masyarakat Indonesia.

Penulis: Ahmad Daffa Rasyidi

Dokumentasi:

HMPS SPI 1

HMPS SPI 2

Tag :