FAH UIN Jakarta Terima Kuker BKSAP DPR RI, Soroti Regulasi AI dan Masa Depan Pemuda ASEAN
FAH UIN Jakarta Terima Kuker BKSAP DPR RI, Soroti Regulasi AI dan Masa Depan Pemuda ASEAN

Tangerang Selatan, Berita FAH Online – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan kerja Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam kegiatan Diskusi dan Dialog Interaktif pada Senin (27/04/2026) bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Fakultas Adab dan Humaniora.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam program menghimpun ide dan gagasan strategis terkait penguatan kepemimpinan parlemen muda dalam membangun ketahanan digital serta perumusan kebijakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Delegasi BKSAP DPR RI dipimpin oleh Bramantyo Suwondo, M.IR selaku Wakil Ketua BKSAP/Ketua Delegasi, didampingi anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E. dan Surya Utama, S.I.P., beserta jajaran sekretariat dan tenaga ahli BKSAP.

Diskusi menghadirkan narasumber akademisi FAH UIN Jakarta, yakni Prof. Usep Abdul Matin, M.A., M.A., P.hD,  Prof. Dr. Jajat Burhanudin, M.A.,  Maria Ulfa, M.A., M.Hum yang memberikan pandangan akademik mengenai perkembangan AI, tata kelola digital, dan peran pemuda di ASEAN.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum., CIQnR, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya melihat perkembangan AI secara lebih komprehensif, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga dari sisi epistemologis dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Hari ini kita mendiskusikan bagaimana perkembangan AI harus dihadapi, tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara epistemologis. Sering kali aspek nilai yang menjadi tolak ukur justru terabaikan. Ke depan, diskusi mengenai perkembangan informasi dan literasi digital perlu terus digali dan dikembangkan,” ujarnya.

Dekan FAH juga menyampaikan komitmennya untuk memperluas sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara, termasuk membuka peluang program magang mahasiswa di lingkungan DPR RI.

Dalam sambutannya, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo menyampaikan apresiasi kepada FAH UIN Jakarta atas sambutan dan ruang dialog yang diberikan kepada parlemen.

“Kami berupaya membumikan parlemen karena DPR dipilih oleh masyarakat. Karena itu kami ingin mendapatkan berbagai masukan dari dunia akademik, khususnya bidang teknologi, pendidikan, dan kesejarahan, sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan masa depan bangsa,” tuturnya.

Diskusi diawali dengan pemaparan dari masing-masing narasumber, Prof. Dr. Jajat Burhanudin, M.A. dalam pemaparannya menyoroti peran strategis pemuda dalam sejarah pembentukan jejaring sosial-budaya ASEAN dan peradaban Islam di Asia Tenggara. Menurutnya, pemuda sebagai “kaum muda” memiliki posisi historis sebagai motor perubahan sosial-politik, sehingga penguatan ketahanan digital dan respons terhadap perkembangan AI harus ditopang oleh generasi muda yang progresif, terbuka, toleran, dan inklusif.

Selanjutnya, Prof. Usep Abdul Matin, menyampaikan dalam presentasinya mengenai peran civitas akademika FAH UIN Jakarta dalam kawasan ASEAN. Ia menegaskan bahwa peran mahasiswa FAH sebagai generasi muda Muslim ASEAN harus diwujudkan melalui implementasi tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. serta kontribusi akademik fakultas dalam memperkuat jejaring internasional.

Sementara itu, Maria Ulfa, M.A., M.Hum. menekankan pentingnya sinergi antara parlemen dan akademisi dalam membangun kepemimpinan muda Indonesia yang siap menghadapi tantangan masa depan di kawasan ASEAN. Ia menyoroti perlunya penguatan literasi digital kritis, tata kelola AI yang etis, pelibatan generasi muda dalam proses kebijakan, serta kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan parlemen melalui riset, forum kebijakan, dan program inkubasi kepemimpinan pemuda sebagai langkah strategis memperkuat posisi Indonesia dalam agenda kepemudaan ASEAN.

Menanggapi berbagai paparan tersebut Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E. menyampaikan bahwa masukan dan rekomendasi dari sivitas akademika FAH akan menjadi bahan penting yang dibawa dalam forum-forum ASEAN mendatang. Ia menegaskan bahwa kontribusi akademik perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perumusan agenda kepemudaan, transformasi digital, dan tata kelola AI di tingkat regional.

Pada kesempatan yang sama, Surya Utama, S.I.P. atau yang dikenal sebagai Uya Kuya, menyoroti bahaya penyalahgunaan AI dalam penyebaran hoaks dan fitnah di ruang digital. Ia menegaskan bahwa disinformasi berbasis teknologi dapat memicu opini publik secara masif, bahkan menggerakkan massa hingga berdampak pada tindakan nyata, seperti pengalaman penjarahan rumah miliknya akibat berita menyesatkan yang beredar di masyarakat.

Dalam sesi diskusi, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, di antaranya pembahasan mengenai Panitia Kerja (Panja) Artificial Intelligence, dinamika organisasi internasional, hingga perkembangan isu kemerdekaan Palestina dalam forum global.

Diskusi berlangsung semakin dinamis dengan antusiasme dosen dan mahasiswa yang aktif menyampaikan berbagai pandangan, kritik, serta rekomendasi terkait isu kecerdasan buatan, ketahanan digital, dan peran generasi muda dalam tata kelola teknologi masa depan. Melalui kegiatan ini, FAH UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang dialog akademik yang aktif dalam merespons perkembangan teknologi secara kritis, humanis, dan berbasis nilai demi mendukung perumusan kebijakan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Sukasih Nur/ Nadhira Sonja Isinbayeva/ Deny Saputra

Dokumentasi:

Tag :