FAH UIN Jakarta Gelar Studium General, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wealth Mindset dan Wawasan Karier Global
FAH UIN Jakarta Gelar Studium General, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wealth Mindset dan Wawasan Karier Global

Jakarta, Berita FAH Online — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada menggelar Studium General bertajuk “Menembus Batas Profesi: Inspirasi Alumni Fakultas Adab dan Humaniora Membangun Wealth Mindset dan Karier Global” di Syahida Inn, Kampus 2 UIN Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00–12.00 WIB tersebut diikuti mahasiswa baru FAH serta mahasiswa yang memiliki prestasi pada periode Januari-September 2026. Studium General ini menghadirkan Akbar Zainudin, M.M., motivator nasional sekaligus Direktur Man Jadda Wajada Education, dan Ahmad Ali Hukmi, S.S., Founder AIK Kopi dan entrepreneur.

Dalam sambutannya, Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., SS, M.Hum., CIQnR, menyampaikan selamat kepada mahasiswa baru yang telah menyelesaikan rangkaian masa orientasi. Ia menyebut sekitar 800 mahasiswa telah bergabung sebagai mahasiswa baru FAH.

Pak Ade juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang sehat sejak awal perkuliahan. Menurutnya, cara berpikir mahasiswa akan turut menentukan bagaimana mereka menjalani proses pendidikan, termasuk dalam mencapai kelulusan tepat waktu.

“Betapa pentingnya kesehatan berpikir, cara berpikir yang sehat. Karena akan menentukan nasib ke depan, apakah akan lulus tepat waktu atau bagaimana,” tuturnya dalam sambutan.

Sementara itu, keynote speaker Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D. menekankan bahwa masa orientasi tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi tahap awal pembentukan mahasiswa yang beradab. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri yang tersedia di luar program studi.

Mahasiswa, menurutnya, dapat mengembangkan kapasitas melalui berbagai organisasi dan kegiatan kampus, seperti SEMA, DEMA, UKM seni, bela diri, maupun kegiatan lainnya.

Ia juga mengajak mahasiswa menjadikan UIN Jakarta sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas kesempatan. Pendidikan dan pengalaman organisasi, menurutnya, dapat menjadi bagian dari proses seseorang untuk mengembangkan potensi dirinya.

“Lahir miskin adalah takdir, tapi menjadi orang kaya adalah usaha. Lahir menjadi orang yang tidak tahu apa-apa adalah takdir, tapi menjadi orang pintar adalah proses belajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa UIN Jakarta menyediakan berbagai kegiatan dan pilihan pengembangan karier yang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa FAH memiliki banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang.

Beberapa nama alumni yang disebut antara lain Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Prof. Azyumardi Azra salah seorang yang memprakarsai perubahan dari IAIN menjadi UIN Jakarta, serta Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah mengajar di lingkungan FAH. Ace Hasan Syadzily sendiri merupakan alumni Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. 

Mengenal Alumni dan Peluang Pengembangan Diri

Rangkaian Studium General kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Aby Makruf Foundation (AMF) yang disampaikan oleh Ibu Roro. Yayasan tersebut didirikan oleh alumni FAH, Hj. Aby Makruf, yang merupakan alumni Sastra Inggris angkatan 2009 dan melanjutkan pendidikan S2 Manajemen Kelas Internasional di Universitas Gadjah Mada.

AMF membawa semangat “beneficial for others”, yakni berbagi kebaikan dan memberikan manfaat bagi orang lain. Pada awal 2026, AMF mendirikan program beasiswa bagi mahasiswa Sastra Inggris pada awal tahun 2026 dengan total bantuan sebesar Rp150 juta untuk 50 mahasiswa.

Dalam kegiatan Studium General tersebut, AMF juga turut mendukung penyelenggaraan acara sebagai sponsor dan media partner serta memberikan satu hadiah doorprize senilai Rp200 ribu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi motivasi bersama Akbar Zainudin, M.M. Motivator Nasional dan Direktur Man Jadda Wajada Education melalui materi bertema “Menembus Batas, Wealth and Global Mindset”.

Akbar membagikan pengalaman pribadinya ketika pertama kali mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa sekitar 24 tahun lalu. Ia mengingat bahwa sebuah sesi singkat dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang mendorongnya untuk menuliskan cita-cita.

Ia kemudian menceritakan bahwa cita-cita yang dituliskannya saat itu perlahan terwujud. Hingga kini, ia telah mengunjungi 33 provinsi dan menulis 18 buku.

Melalui pengalamannya tersebut, Akbar mengajak mahasiswa baru untuk tidak sekedar menjalani perkuliahan sebagai rutinitas akademik, tetapi mulai membangun tujuan dan visi sejak awal masa kuliah.

Sementara itu, Ahmad Ali Hukmi, S.S., yang merupakan alumni FAH dan Founder AIK Kopi, membagikan pengalaman kewirausahaannya. Ia kini mengembangkan usaha AIK Kopi dan menjadi pemasok kopi ke berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran dua alumni tersebut memperlihatkan berbagai jalur karir yang dapat ditempuh lulusan FAH, baik melalui profesi, kewirausahaan, maupun pengembangan usaha.

Mahasiswa Berprestasi Turut Berbagi Pengalaman

Selain menghadirkan alumni sebagai narasumber, Studium General juga menjadi momentum untuk mengapresiasi mahasiswa FAH yang menorehkan prestasi.

Salah satunya adalah Tirta Mayapada, peraih medali emas dalam Indonesian Academic Olympiad bidang sejarah. Tirta mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut berawal dari pengalaman adiknya yang mengikuti perlombaan di bidang kedokteran. Ia kemudian terdorong untuk mencoba bidang sejarah.

Bagi Tirta, kompetisi tersebut merupakan pengalaman yang berbeda karena sebelumnya ia telah mengikuti berbagai perlombaan sejak sekolah dasar, mulai dari tingkat antar kota hingga nasional, tetapi baru pertama kali mengikuti kompetisi khusus bidang sejarah.

Persiapan dilakukan dengan memperbanyak membaca buku sejarah, salah satunya karya Awalia Rahma. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah kompetisi yang berlangsung secara daring sehingga ia tidak dapat mengetahui secara langsung siapa saja lawan yang dihadapi maupun bagaimana kemampuan peserta lainnya.

Dari pengalaman tersebut, Tirta berpesan kepada mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang.

“Selagi ada kesempatan, lakukan saja yang terbaik.”

Melalui Studium General ini, FAH UIN Jakarta tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman alumni, peluang pengembangan diri, serta kisah mahasiswa berprestasi sebagai gambaran berbagai kemungkinan yang dapat dikembangkan selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FAH UIN Jakarta mendorong mahasiswa untuk membangun kapasitas akademik, pengalaman organisasi, jejaring, serta kesiapan menghadapi dunia profesional sejak awal masa perkuliahan. Agenda Studium General ini juga tercatat dalam agenda resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 29 September 2026 di Syahida Inn.

Penulis: Putri Yasmin Azzahra

Dokumentasi:

SG 2026 1

SG 2026 2

SG 2026 5

SG 2026 4

SG 2026 6

SG 2026 7

SG 2026 8

SG 2026 10

SG 2026 9

Tag :