DEMA FAH Gelar Diskusi September Hitam, Ajak Mahasiswa Merefleksikan Sejarah dan Kemanusiaan
Tangerang Selatan, Berita FAH Online- dalam memperingati dan mengenang peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi dizaman Orde Baru, DEMA Fakultas Adab dan Humaniora menyelenggarakan Acara September Hitam. Bertempat di Landmark Fakultas Adab dan Humaniora Pada Senin (28/09/2026).
Dalam rangka mengenang berbagai peristiwa pelanggaran hak asasi manusia yang menjadi bagian dari catatan sejarah Indonesia, DEMA FAH menyelenggarakan kegiatan September Hitam. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan refleksi bagi mahasiswa untuk memahami berbagai peristiwa sejarah serta nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dipetik dari perjalanan bangsa. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan budaya diskusi, literasi sejarah, dan sikap kritis dalam memahami berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Dimulai sejak pukul 4 sore, menghadirkan Iman Zanatul Haeri Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Ulfi Nur Kumala Anggota Youth JPPI, Ketua DEMA FAH dan Seluruh ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi. Dengan dihadiri oleh Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora.
Dalam Sesi wawancara Ketua DEMA FAH Muhammad Ibnu Chajar berharap kegiatan ini dapat menjadi refleksi bersama dan mahasiswa tidak apatis terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan dan ketidakadilan di sekitar Mahasiswa.
“diharapkan kegiatan ini kita tidak hanya mengingat peristiwa-peristiwa kelam yang pernah terjadi, tapi juga bisa sama-sama belajar dan refleksi. DEMA FAH juga berharap agar mahasiswa tidak apatis terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan dan ketidakadilan yang ada di sekitar kita. Semoga kegiatan ini bisa menjadi ruang untuk berdiskusi Mahasiswa FAH” Ujarnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi minitalkshow dari dua narasumber Ulfi Nur Kumala Anggota Youth JPPI dan Iman Zanatul Haeri Kepala Bidang Advokasi Guru P2G dengan dipandu Moderator Khilda Aqilah Sepiani.
Sementara itu, Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan September Hitam oleh DEMA FAH sebagai ruang edukasi dan refleksi bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami berbagai catatan sejarah serta nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menilai bahwa lingkungan akademik memiliki peran penting dalam menyediakan ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif agar mahasiswa dapat belajar memahami berbagai peristiwa secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab.
Ulfi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami berbagai peristiwa masa lalu dan mengambil pembelajaran yang relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini dan masa mendatang.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah penting untuk membangun kesadaran dan menjadi bahan pembelajaran dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian refleksi, penampilan puisi, dan renungan bersama. Terlaksananya kegiatan ini diharapkan untuk menjaga ingatan dan memberikan wadah pembelajaran dan pembentukan krakter kritis mahasiswa di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora.
Melalui kegiatan tersebut, DEMA FAH berharap mahasiswa dapat memperoleh ruang pembelajaran dan refleksi untuk memahami sejarah, menumbuhkan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta mengembangkan sikap kritis dan terbuka dalam menyikapi berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Penulis: Ahmad Daffa Rasyidi
