Berbahagia Berjumpa Dengan Allah
Berbahagia Berjumpa Dengan Allah

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Program Mutiara Ramadhan (jilid 2) yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus konsisten memberikan pembekalan spiritual bagi mahasiswa serta kaum muslimin di seluruh dunia. Pada tayangan terbaru yang dirilis pada Selasa (10/03/2026), hadir sebagai narasumber Dr. Parhan Hidayat, M.Hum.

Dalam tausiyahnya, Dr. Parhan Hidayat mengangkat tema mengenai “Berbahagia Berjumpa Dengan Allah”. Beliau menjelaskan sebuah hadis populer mengenai dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat berjumpa dengan Tuhannya. Beliau menekankan bahwa umat Muslim harus mulai meningkatkan level kebahagiaannya dari yang sekadar materi ke level spiritual.

Beliau menyampaikan ada beberapa poin penting dalam meraih kebahagiaan berjumpa dengan Allah, terutama di bulan Ramadhan. Yang bisa kita lakukan pertama adalah meningkatkan keimanan, keimanan kepada Allah adalah sebuah kebahagiaan karena adanya kenyamanan akal di mana konsep ketuhanan dalam Islam sangat cocok dengan logika manusia. Yang kedua adalah rida terhadap syariat dan takdir, penting bagi umat Muslim untuk tulus ikhlas menerima seluruh syariat agama serta rida dengan segala ketetapan atau takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Yang ketiga adalah merasa senang dalam beribadah, hal ini merupakan implementasi dari rasa syukur atas karunia Allah, di mana seseorang merasa bahagia saat menjalankan salat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan melaksanakan kewajiban lainnya. Yang terakhir adalah membersihkan dan menghiasi hati, agar Allah juga berkenan dan senang berjumpa dengan kita, kita harus membersihkan hati dari dosa serta menghiasinya dengan amal saleh sebagai hidangan spiritual bagi-Nya.

Sebagai penutup, Dr. Parhan Hidayat memberikan tips praktis agar umat Islam dapat memaksimalkan keberkahan Ramadhan melalui dua langkah utama. Pertama, jangan hanya berfokus pada kebahagiaan saat berbuka yang sifatnya materi atau makanan semata, tetapi tujukan niat untuk mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi. Kedua, pastikan diri kita layak untuk ditemui oleh Allah dengan cara menjaga kebersihan hati dan memperbanyak amalan yang diridai-Nya agar Allah pun rida berjumpa dengan kita di yaumil akhir.

Kajian ini diharapkan dapat memotivasi civitas akademika dan masyarakat luas untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk naik level dalam beribadah dan meraih keridaan Allah SWT.

Penulis: Inna Fatahna Hanifah/ Kasih Nur/ Deny Saputra

Tag :