021-7401928 fah@uinjkt.ac.id

Minggu ini adalah minggu pertama perkuliahan semester genap tahun akademik 2019-2020. Sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saya mengucapkan Selamat mengawali perkuliahan untuk seluruh civitas akademika FAH. Saya berharap dan yakin bahwa semester ini akan penuh dengan kebahagian dan prestasi akademik.

Selanjutnya, ada beberapa hal yang ingin saya ingatkan, khususnya kepada para mahasiswa-mahasiswi FAH. Pertama, perkembangan teknologi mutakhir mengharuskan kita semua, terutama para mahasiswa, untuk tidak membatasi diri dalam hal belajar. Prinsip long-life learning, belajar sepanjang hayat, harus selalu ditanamkan dalam hati. Dan karena tantangan masa depan kalian akan lebih kompleks dan berat, maka tidak cukup hanya belajar dalam disiplin ilmu yang anda miliki saat ini. Lengkapi dengan soft skill lain yang beragam. Tidak selamanya soft skill tersebut dapat disediakan oleh fakultas, sehingga anda dituntut untuk aktif mencari di luar.

Kedua, masih terkait dengan kemajuan teknologi tadi, saat ini kita dikepung oleh banjir informasi yang datang dari berbagai penjuru dan melalui berbagai kanal media. Pesan saya, tetaplah menjadi manusia yang pandai menyaring dan menilai, mana berita yang benar dan mana yang kabar bohong (hoax). Kualitas sebagai insan akademik harus tetap dipegang dan dijunjung tinggi. Salah satu ciri utamanya dan yang terpenting adalah memiliki daya kritis (critical thinking) atas segala informasi yang sampai ke kita. Dari manapun sumbernya, jangan langsung ditelan begitu saja informasi itu, sekalipun ia datang dari orang yang terhormat. Gunakan akal sehat. Cek dengan sumber berita lain sebelum kalian menerima kebenarannya, apalagi menerus-sebarkan informasi tersebut.

Ketiga, jangan lama-lama duduk di bangku kuliah. Ini tidak berarti bertentangan dengan salah satu prinsip belajar yang diajarkan oleh Imam Syafi’i, dimana salah satunya adalah masa yang lama untuk belajar. Justru sebaliknya, ia sangat sesuai dengan rinsip tersebut. Apa yang dimaksud oleh Imam Syafi’i itu sebetulnya sama dengan long-life learning. Jadi menjadi tidak tepat kalau kalian menghabiskan waktu terlalu lama di satu institusi atau jenjang. Segera selesaikan di sini, selanjutnya bersiap untuk belajar di tempat lain atau jenjang berikutnya. Bukankah di tempat kerja pun kalian juga masih akan belajar lagi? Jika dalam penyelesaian studi, kalian menghadapi kendala, jangan sungkan untuk menyampaikan dan mendiskusikannya dengan dosen penasehat akademik atau dosen pembimbing kalian. Ketua dan Sekretaris Prodi juga dapat kalian mintai bantuan jika dianggap perlu. Bahkan jajaran dekanat pun akan siap membantu, jika memang dibutuhkan. Prinsipnya, lebih cepat selesai dengan IPK memuaskan, lebih baik.

Terakhir, sehubungan dengan merebaknya virus Corona, Covid-19, akhir-akhir ini, saya menghimbau semua civitas akademika untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan diri kita masing-masing.  Sering cuci tangan dengan sabun adalah tindakan sederhana namun penting yang dapat kita lakukan. Menjaga kebugaran tubuh dengan makan makanan sehat, olahraga teratur dan konsumsi vitamin, jika perlu, penting untuk dikerjakan. Meski sampai saat ini pemerintah Indonesia mengaku belum ada kasus positif virus corona menjangkiti warga negara di Indonesia, menghindari aktivitas-aktivitas yang melibatkan banyak orang dan tidak penting, saya kira perlu dilakukan sebagai upaya preventif diri sendiri.

Mudah-mudahan kita semua selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT dan diberi kemudahan dalam melaksanakan amanah yang diberikan ke kita semua. Aamiin.

 

Ciputat, 2 Maret 2020

Saiful Umam, Ph.D