Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Wahid Foundation menyediakan beasiswa bagi mahasiswa/i S1 UIN Jakarta yang menulis skripsi tentang K.H. Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur. Peluncuran program beasiswa tersebut dilakukan secara online pada 17 Desember 2020. Hadir dalam peluncuran tersebut Direktur Wahid Faoundation, Yenny Wahid, Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis, dan Dekan FAH, Saiful Umam, Ph.D. Acara juga diisi dengan bincang tentang Gus Dur yang diisi oleh Dr. Rumadi Ahmad, Ketua Lakspedam PBNU yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta.

Saiful Umam, Ph.D. (Dekan FAH UIN Jakarta)

Dalam sambutannya, Dekan FAH menyampaikan terima kasih kepada Direktur Wahid Foundation yang telah mendukung program beasiswa ini. Lebih jauh dia menjelaskan bahwa adanya beasiswa ini dimaksudkan untuk mendorong minat para mahasiswa untuk mengenal dan mengkaji kembali pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Banyak sekali pemikiran-pemikiran Gus Dur yang melampaui zamannya dan tetap relevan sampai masa yang akan datang. Oleh karenanya, generasi muda perlu mempelajarinya di tengah godaan zaman yang serba instant saat ini.

Yenny Wahid (Direktur Wahid Foundation)

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid yang belum lama pulang dari perjanalanannya ke Timur Tengah, menyambut baik usulan yang diajukan FAH UIN Jakarta ini. Dia menyadari bahwa ada hubungan dekat antara ayahnya dengan Fakultas Adab, khususnya, dan UIN Jakarta umumnya. Oleh karena itu program ini diharapkan dapat menyambung kembali hubungan tersebut. Dia juga mengapresiasi inisiatif UIN untuk mendorong dan memotivasi para mahasiswa untuk mengkaji dan menulis pemikiran atau perjuangan Gus Dur. Masih banyak pemikiran-pemikiran beliau yang perlu digali dan dikaji lebih dalam, termasuk ekonomi, keamanan, dan hubungan iternasional. Yenni juga berharap dengan program ini akan muncul para pemuda yang melanjutkan cita-cita dan perjuangan Gus Dur, khususnya dalam memperkuat demokrasi, penghormatan pada perbedaan dan implementasi ajaran-ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Prof. Dr. Amany Lubis (Rektor Syarif Hidayatullah Jakarta)

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam amanahnya menyampaikan penghargaan atas program yang sangat mulia ini. Menurutnya program ini adalah bentuk nyata kepedulian kita dalam meringankan beban mahasiswa khususnya di masa-masa yang sulit iti. Dia berharap program ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa yang nanti menerimanya dalam menyelesaikan skripsi yang berkualitas. Rektor setuju bahwa pemikiran Gus Dur meliputi banya bidang, tidak hanya sosial keagamaan tapi juga politik, ekonomi, dan perdamaian. Pemikiran-pemikiran tersebut perlu terus dikaji dan dikembangkan. Mudah-mudahan program ini menjadi amal jariah yang pahalanya tersampaikan untuk Gus Dur dan keluarga besarnya.

Di bagian akhir acara peluncuran ini, Dr. Rumadi menggambarkan peta kajian tentang Gus Dur yang sudah dilakukan para sarjana dalam bentuk buku maupun artikel-artikel di berbagai jurnal. Dia mengingatkan bahwa bagi mahasiswa yang tertarik mempelajari pemikiran Gus Dur sebetunya sudah terdapat banyak sumber primer yang berupa tulisan-tulisan Gus Dur yang dituis langung ketika beliau masih hidup. Rumadi mengingatkan bahwa untuk menafsirkan pemikiran-pemikiran Gus Dur seseorang perlu melengkapi diri dengan hermeneutika sehingga dapat memahami mana pemikiran Gus Dur yang permanen dan mana pemikiran yang situasional atau respon terhadap situasi tertentu.

 

Dengan diluncurkannya program Beasiswa Gus Dur ini semua mahasiswa S1 UIN Syarif Hidayatullah yang ingin mendapatkannya perlu memperhatikan persyaratan dan jadwal pendaftaran. Salah satu persyaratan utama adalah menulis skripsi tentang Gus Dur dengan pendekatan keilmuan sesuai prodi masing-masing. Persyaratan lainnya adalah memiliki IPK minimal 3,25 dan maksimal semester 10 pada saat pendaftaran ditutup. Program ini akan memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa terbaik yang menulis skripsi tentang Gus Dur. Masing-masing akan mendapatkan beasiswa berupa dana sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Lebih lengkap tentang persyaratan pendaftaran, dapat dilihat di laman fah.uinjkt.ac.id.