FAH NEWS – Empat mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program JENESYS Japan – East Asian Networks of Exchange for Student and Youth, yaitu program pertukaran pemuda internasional yang sedang dipromosikan Pemerintah Jepang. Program ini mencakup pertukaran pemuda dan perkerja antara Jepang dengan negara-negara atau wilayah di kawasan Asia Pasifik. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun fondasi kemitraan dan hubungan persahabatan untuk masa depan, dengan menjalin rasa saling percaya dan pengertian antara Jepang dan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik. Selain itu Pemerintah Jepang juga mempromosikan pemahaman mengenai negara mereka mencakup ekonomi, sosial, sejarah, kebudayaan, politik, kebijakan diplomatik melalui program ini.

Empat mahasiswa FAH tersebut adalah Annisa Krisya Diaz (SI, 2018), Muhammad Fayyad (SI, 2019), Farhan Muzhaffar Rahman (BSA, 2018), dan Ahmad Sulthon Choiruddin (SPI, 2019). Mereka bergabung dengan 80 peserta lainnya yang memiliki latar belakang berbeda mulai dari pelajar, pekerja, hingga wartawan. Acara yang biasanya dilaksanakan offline dengan melakukan kunjungan langsung ke Jepang ini kembali dilaksanakan secara online seperti tahun sebelumnya karena masih tingginya kasus penyebaran Covid-19 di dunia.

Program ini dimulai pada 9-15 Maret 2022. Acara yang berlangsung selama tujuh hari ini dibuka dengan perkenalan tentang geografi dan berbagai statistik tentang negara Jepang yang dijelaskan oleh Mr. Kimura, seorang profesor terkenal di Jepang. Bukan hanya diperkenalkan secara teori saja, namun di hari selanjutnya para peserta diajak untuk melakukan Virtual Tour ke Kota Otaru, yang dipandu oleh Masaya Moriai. Kota yang memiliki luas sekitar 243,83 KM2 ini menjadi destinasi kunjungan para peserta, mereka berkeliling untuk melihat berbagai destinasi pariwisata disana seperti Kanal Otaru, dan Jembatan Asakusa yang menjadi landmark para turis untuk mendokumentasikan diri ketika berkunjung ke Otaru. Peserta juga melihat berbagai mata pencaharian para penduduk disana, serta mendapati kuliner-kuliner yang terkenal disana.

Selain mengunjungi daerah disana, mereka juga diajak untuk melihat secara langsung kehidupan keluarga disana. Mereka seakan-akan datang untuk bertamu ke rumah salah satu penduduk di kota Otaru dan melihat suasana isi rumah dari keluarga tersebut. Selain itu mereka juga disambut dengan ritual kebudayaan minum teh, yang merupakan ritual mereka dalam menyambut tamu. Seperti kepanjangan nama program di atas, peserta juga melakukan proses interaksi dengan mahasiswa Jepang dari Universitas Iwate dan Rikkyo University. Dalam agenda ini mereka saling bertukar pandangan keseharian perkuliahan, gaya hidup, serta kebudayaan. Disini perwakilan dari FAH memperkenalkan budaya Batik, serta kuliner khas Indonesia yaitu Ayam Geprek. Para peserta lain juga ikut memperkenalkan kebudayaan yang mereka miliki masing-masing. Pada agenda terakhir para peserta diminta untuk membuat sebuah laporan dan mempresentasikan berbagai rancangan program untuk dilaksanakan setelah program ini selesai baik secara kelompok atau individu.

Kontributor: Rafsanzani As-Sudaisi
Editor: AY