FAH NEWS – Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D., Guru Besar, Fakultas Adab dan Humaniora resmi menyandang pangkat tertinggi dalam bidang akademik. Dengan angka Kredit 877,50 Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph. D, Guru Besar dalam bidang Sejarah dan Kebudayaan Islam yang dinaikkan pada Agustus 2021 resmi dikukuhkan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA pada Rabu, 11 Mei 2022.

Prof. Jajang Jahroni, MA., Ph.D saat menyampaikan Orasi Ilmiah

Pada pengukuhan gelar Guru Besarnya, pria asal Banten yang dilahirkan di desa Cikande tersebut menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Munculnya Kelompok Salafi-Wahabi di Era Indonesia Kontemporer”. Orasi ilmiahnya diambil dari disertasinya yang berjudul “Reproduksi Kaum Salafi-Wahabi di Indonesia Pasca Soeharto”. Dalam orasinya tersebut, Jajang mengatakan bahwa awal kemunculan Salafism di Indonesia ditandai dengan pertemuan Shaikh Abd al-Aziz murid Mufti Saudi Arabia Shaikh Abdullah ibn Abd al-Aziz ibn Baz. Dengan mendirikan LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab) Salafisme-Wahabisme mampu menjajakkan pahamnya di Indonesia. LIPIA yang menghadirkan beasiswa bagi para mahasiswanya menjadi daya tarik para mahasiswa untuk belajar di Lembaga tersebut. Beasiswa adalah bagian dari politik Saudi Arabia untuk memperluas pengaruhnya di negara muslim yang beraliran Sunni. Jajang menambahkan, selain berfungsi sebagai lembaga Pendidikan, LIPIA juga berfungsi sebagai klinik purifikasi, dimana mahasiswa diperkenalkan ajaran Islam dakwah Salafiyah yang dirumuskan oleh Muhammad Ibn Abd Wahab sebagai pendiri mazhab Wahabisme.

Sebagai sebuah lembaga, LIPIA diajar langsung Profesor yang diangkat oleh kerajaan Saudi Arabia. Mereka bertanggungjawab mempromosikan Pendidikan Islam sesuai dengan kepentingan Saudi Arabia. Pasca tahun 2000-an banyak kejadian yang membuat hubungan kelompok Salafi di Indonesia dengan di Saudi Arabia tidak lagi bagus seperti sebelumnya, maka kelompok Salafi ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan dana. Hal itu berimplikasi kepada Lembaga yang mereka atur. Merosotnya sokongan dana dari Saudi ke Indonesia pada awal tahun 2000-an, kelompok pesantren Salafi yang ada di Indonesia mulai berhubungan baik dengan kelompok muslim lainnya di Indonesia sehingga mereka bisa bertahan dan berhubungan baik dengan pemerintah dan yang lainnya.

Ketua Senat UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA

Prof. Jajang Jahroni, M. A, Ph.D. dikukuhkan secara langsung bersama dengan Prof. Ratna Sari Dewi, S.Pd, M.Pd., Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Gedung Auditorium Harun Nasution dan disaksikan langsung oleh 500 tamu undangan yang hadir dan juga para tamu undangan yang hadir secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2022 dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, MA.

Dalam sambutannya, Ketua Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengucapkan selamat kepada kedua Guru Besar dan juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. “Dalam suasana yang belum begitu jauh dari Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, maka atas nama Senat Universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Taqabbalallahu wa minkum taqaballahu ya karim. Ja’alana wa iyyakum minal aidin wal faidzin qullu aamiin wa antum bi khairin,” ucapnya kepada para hadirin, (Rabu, 11 Mei 2022).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan beberapa hal mulai dari mengingatkan para Guru Besar yang sudah memiliki kewajiban untuk memberikan laporan kinerja dalam bentuk tulisan Jurnal Internasional bereputasi atau menulis buku referensi yang berkualitas. Hal ini sebagai upaya dalam merespons masyarakat yang memandang Guru Besar menjadi rujukan dan panutan dengan melahirkan gagasan pemikiran serta karya inovatif yang berguna bagi masyarakat dan negara, serta menghimbau para Guru Besar untuk meningkatkan peran dan fungsinya hingga ke tingkat global.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis, MA

Setelah mengukuhkan dua Guru Besar, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA, menyampaikan pidatonya. Dalam pidatonya ia mengucapkan selamat kepada kedua Guru Besar dan mengucap syukur atas bertambahnya jumlah Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Alhamdulillah, hingga kini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki Guru Besar terbanyak di bawah Kementerian Agama sesama PTKIN, Alhamdulillah,” ucap Amany. Perlu diketahui hingga saat ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memang telah memiliki lebih dari 100 orang Guru Besar. “UIN Jakarta memiliki 81 Profesor hingga kini dan ada tambahan 7 Guru Besar di tahun 2021, di tahun 2020 ada 12 Guru Besar. Sehingga lebih dari 100 sekarang jumlahnya dan banyak lagi calon-calon Guru Besar yang jumlahnya puluhan dan sudah mengikuti akselerasi Guru Besar dan juga menanti keputusan,” ia menjelaskan. Di akhir pidatonya, Rektor perempuan pertama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengingatkan kembali kepada para calon Guru Besar serta para dosen tentang kewajiban Guru Besar bahwa dalam 3 tahun wajib membuat 3 karya ilmiah di Jurnal Internasional serta menerbitkan paten dan karya seni yang monumental.

Kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN, pembacaan ayat suci Al-quran yang dipimpin oleh Muhammad Azhar dan pembacaan doa oleh Dr. Adang Asdari, MA, berlangsung dengan khidmat. Acara yang dihelat sejak pukul 09:00 WIB dihadiri oleh jajaran Senat, Wakil Rektor, Guru Besar, Dekan, para dosen hingga tamu undangan yang berasal dari pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan anggota DPR RI Sumatera Barat, perwakilan Perguruan Tinggi, perwakilan Kementerian Agama, perwakilan LIPI serta para mitra Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berkat persiapan yang matang dari tim panitia pelaksana, kegiatan yang sempat tertunda selama masa pandemi Covid-19 tersebut berjalan dengan lancar.

Kontributor: Rizka Sentia

Editor: AY