Syukur Atas Nikmat Ramadan: Menghadirkan Keberkahan Melalui Ketakwaan
Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Dalam sebuah sesi renungan Mutiara Ramadan yang ditayangkan pada hari ini, Senin (02/03/2026), Prof. Dr. Darsita Suparno, M.Hum menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mensyukuri nikmat dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan. Beliau menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah atau bulan pendidikan rohani, pembersihan jiwa, bulan turunnya Al-Qur'an, serta momentum di mana pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT. Merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 183, beliau mengingatkan bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah untuk melahirkan insan yang bertakwa.
Prof. Darsita menguraikan bahwa secara semantik, syukur mencakup tiga fitur utama yang harus dijalankan oleh setiap muslim. Pertama adalah syukur dengan hati dengan menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT. Kedua adalah syukur dengan lisan melalui ucapan hamdalah, doa, serta pujian kepada Allah. Ketiga adalah syukur dengan perbuatan, yakni menggunakan setiap nikmat yang diberikan untuk meningkatkan ketaatan dan ketakwaan. Beliau menegaskan bahwa dengan bersyukur, Allah menjanjikan kelapangan hati dan tambahan nikmat sebagaimana termaktub dalam Surah Ibrahim ayat 7, sementara mengingkari nikmat hanya akan mendatangkan azab yang pedih.
Terdapat setidaknya empat nikmat besar yang harus disyukuri selama bulan suci ini. Pembahasan dimulai dari nikmat kesempatan beribadah karena tidak semua orang diberi umur panjang untuk sampai ke Ramadan tahun ini. Selanjutnya adalah nikmat pengampunan dosa berdasarkan Hadis Bukhari nomor 38 dan Muslim nomor 760 bagi mereka yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala. Selain itu, terdapat nikmat solidaritas sosial yang melatih empati terhadap kaum duafa melalui zakat dan sedekah, serta nikmat kedekatan dengan Al-Qur'an melalui tilawah dan tadabbur sebagai wujud syukur yang nyata.
Sebagai penutup renungan, Prof. Darsita mengajak jemaah untuk menunjukkan rasa syukur melalui perubahan perilaku nyata seperti menjaga shalat tepat waktu secara berjamaah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, menahan lisan dari ghibah dan dusta, menjaga pandangan, memperbanyak doa dan istighfar, memperluas sedekah, serta memperbaiki hubungan baik dengan sesama manusia. Beliau berpesan agar jangan sampai Ramadan berlalu tanpa ada perubahan yang terlihat di dalam diri. Beliau berharap umat Islam dapat menjadi hamba yang pandai bersyukur dan memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki hati dan akhlak.
Penulis: Nadhira Sonja Isinbayeva/ Kasih Nur/ Deny Saputra
