Menyaring Plagiasi, Menanamkan Prestasi: FAH UIN Jakarta Gelar Workshop Penggunaan Turnitin bagi Mahasiswa
Menyaring Plagiasi, Menanamkan Prestasi: FAH UIN Jakarta Gelar Workshop Penggunaan Turnitin bagi Mahasiswa

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Sebagai upaya memperkuat integritas akademik di lingkungan kampus, Pustakawan Praktikum (Pustikum) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peran Turnitin dalam Menjaga Keaslian Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi” dengan tema “Menyaring Plagiasi, Menanamkan Prestasi”. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian LO Fest ini dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, di Teater Abdul Ghani, Lantai 5 FAH.

Kegiatan ini menghadirkan Dosen Ilmu Perpustakaan FAH UIN Jakarta, Fadhilatul Hamdani, M. Hum., sebagai narasumber. Dalam sambutannya, Pembina Pustikum, Ibu Prisinta Wanastri, S.Sos., M.Hum., menekankan pentingnya penggunaan alat bantu seperti Turnitin bagi mahasiswa. la menyoroti bahwa seringkali mahasiswa lupa menyertakan sitasi atas ide yang bukan berasal dari pemikiran pribadi, yang berpotensi menjadi masalah plagiarisme. “Kegiatan ini sangat penting dan akan sangat dirasakan manfaatnya saat mahasiswa berada di semester 7, khususnya ketika menyusun seminar proposal,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pustikum, Sdri. Nayla, menyatakan bahwa Turnitin bukan sekadar pendeteksi plagiarisme, melainkan alat untuk menumbuhkan tanggung jawab akademik bagi seluruh civitas akademika.

Dalam pemaparannya, Fadhilatul Hamdani menekankan bahwa keaslian karya merupakan prinsip utama dalam etika akademik. la menjelaskan teknis penggunaan Turnitin, mulai dari proses login, pengunggahan berkas, hingga cara membaca hasil persentase kesamaan (similarity index).

Pemateri juga memberikan panduan mengenai fitur filter dalam Turnitin untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan. Seperti, exclude quotes yaitu mengabaikan kutipan langsung. Selanjutnya ada ⁠exclude bibliography yaitu mengabaikan daftar pustaka. Yang terakhir, ada exclude small matches yaitu mengabaikan kecocokan frasa dengan jumlah kata tertentu (misalnya, di bawah 8 kata) atau persentase kecil.

Lebih lanjut, pemateri menjelaskan arti warna dalam hasil similarity index Turnitin yang menjadi indikator tingkat kesamaan. Biru berarti 0% kesamaan, artinya aman. Hijau berarti 1-24% kesamaan, artinya tingkat rendah/umumnya aman. Kuning berarti 25-49% kesamaan, artinya tingkat menengah/perlu diperiksa. Orange berarti 50-74% kesamaan, artinya tingkat tinggi. Merah berarti 75-100% kesamaan, artinya sangat tinggi berpotensi plagiasi berat.

Selain penggunaan Turnitin, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai etika pengutipan menggunakan Reference Manager System (RMS) seperti Zotero atau Mendeley. Mahasiswa diingatkan untuk membedakan antara proses mengutip (menggunakan tanda petik) dan sitasi (penyertaan sumber dalam footnote atau endnote).

Menutup sesi, narasumber memberikan peringatan terkait fitur baru Turnitin dalam mendeteksi kecurangan berbasis Artificial Intelligence (AI). “Mahasiswa didorong untuk meningkatkan keterampilan integritas akademik, termasuk penggunaan Al yang bertanggung jawab. Jika terdeteksi curang, dokumen akan ditandai dengan bendera merah yang berpotensi berujung pada sidang etik hingga sanksi akademis berat,” tegasnya.

Acara yang berlangsung secara semi-formal ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara pemateri dan peserta, mempertegas komitmen FAH UIN Jakarta dalam menjaga integritas dan amanah ilmiah bagi para mahasiswanya.

Penulis: Inna Fatahna Hanifah dan Rahmat Mubaroq

Tag :