Fakultas Adab dan Humaniora Gelar Workshop Kurikulum OBE 2025
Fakultas Adab dan Humaniora Gelar Workshop Kurikulum OBE 2025

Syahida Inn, Berita FAH Online – Mengawali tahun ajaran semester genap, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) berhasil menggelar Workshop Kurikulum 2025 pada tanggal 24 Februari 2025 bertempat di Hotel Syahida Inn, Jalan Kertamukti, Ciputat Timur. Workshop ini mengusung tema "Menciptakan Konten Produk Berbasis OBE (Outcome-Based Education)." Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan kurikulum FAH agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia pendidikan.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya. Pada sesi pertama yang berlangsung dari pukul 09.00–12.00 WIB, narasumber pertama, Prof. Dr. Ni Komang Arie Suwastini, M.Pd., M.Hum., dari Universitas Pendidikan Ganesha Bali, memberikan materi dengan judul "Konten Sastra dalam Kurikulum Berbasis OBE." Sesi ini dimoderatori oleh M. Zacky Mubarrok, M.A.

Kemudian, sesi kedua pada pukul 13.00–16.00 WIB dilanjutkan dengan narasumber kedua, Ummi Kultsum, M.Pd., Ph.D., dosen Prodi Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sesi ini dimoderatori oleh Hikmah Irfani, M.Hum. Dalam pemaparan mereka, kedua narasumber menyampaikan berbagai hal penting tentang OBE dan implementasinya dalam penyusunan kurikulum di FAH.

Agenda workshop ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan FAH, termasuk Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), serta dosen-dosen yang terlibat dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum FAH untuk tahun 2025.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora menyampaikan pentingnya pengembangan kurikulum yang lebih terstruktur dan berorientasi pada hasil yang jelas. Beliau juga menekankan bahwa workshop ini merupakan langkah awal dalam menyusun kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini, tetapi juga mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Pemaparan Prof. Dr. Ni Komang Arie Suwastini: "Konten Sastra dalam Kurikulum Berbasis OBE"

Pada sesi pertama, Prof. Arie memaparkan materi tentang "Konten Sastra dalam Kurikulum Berbasis OBE." Beliau menjelaskan bahwa OBE adalah transformasi dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang lebih menitikberatkan pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). OBE memberikan keleluasaan dalam menyusun kurikulum, dan berfokus pada tujuan yang tepat dan jelas serta telah pemenuhan 16 SKS yang diperlukan. Pada dasarnya OBE lebih memudahkan kita dalam menyusun kurikulum karena bisa melalui jalan mana saja yang terpenting adalah goal nya. Ujarnya

Prof. Arie juga mengungkapkan beberapa tahapan dalam merancang kurikulum berbasis OBE, yaitu: pertama; Mendesain capaian pembelajaran yang jelas dan terstruktur. Kedua; Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sistematis dan terintegrasi. Ketiga; Menggunakan strategi pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa. Keempat; Menerapkan metode active learning untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Kelima; Menyusun evaluasi dan asesmen berbasis capaian pembelajaran, di mana penilaiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program studi.

Melihat fokus OBE pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dalam kesempatan ini, Prof. Arie juga menyinggung tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa AI memiliki kelebihan dan kekurangan dalam mendukung proses pendidikan. Di satu sisi, AI memberikan kemudahan dan efisiensi dalam beberapa aspek, namun, Prof. Arie mengingatkan, "Jika kita terlalu bergantung pada AI, kita bisa menjadi manja dan kehilangan kreativitas kita. Terutama bagi mahasiswa, meskipun AI bisa membantu mereka, namun mereka tetap harus mampu berpikir kritis dan kreatif dalam menyusun ide dan konsep."

Beliau menambahkan, "AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu yang mempermudah, namun proses inti seperti penulisan dan pengembangan ide harus tetap dilakukan oleh manusia. Kreativitas dan inovasi tidak bisa digantikan oleh mesin. Kita harus memastikan bahwa teknologi ini tidak mengurangi kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa, yakni keterampilan berpikir analitis, menyusun argumentasi, dan menghasilkan karya orisinal." Ungkapnya

Pemaparan Ummi Kultsum: "Penyusunan RPS Berbasis OBE"

Selanjutnya, pada sesi kedua, Ummi Kultsum membahas lebih dalam mengenai penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE. Beliau menjelaskan bahwa OBE fokus pada hasil atau produk pembelajaran yang dapat terlihat secara nyata dan terukur. Dalam penjelasannya, Ummi menekankan bahwa OBE juga berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa, sehingga dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.

Ummi Kultsum juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE. Beliau mengatakan, "OBE mempermudah kita dalam menyusun kurikulum karena pendekatannya yang sistematis dan terstruktur. Setiap program studi bisa memiliki ciri khas yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman."

Diskusi dan Masukan dari Peserta Workshop

Beberapa peserta workshop juga memberikan masukan yang berharga, antara lain M. Agus Suriadi yang menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan dosen dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI). Beliau mengingatkan bahwa meskipun AI dapat mempermudah banyak hal, mahasiswa tetap perlu memiliki keterampilan dasar yang kuat.

Pak Pungki menambahkan, "Sistem KKNI dan OBE itu sederhana, tetapi tantangannya adalah bagaimana mengimplementasikannya dalam bentuk silabus yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa."

Sementara itu, Bu Zakiya berbicara mengenai hubungan antara OBE dan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), yang keduanya berfokus pada hasil dan pengembangan kompetensi. "OBE dan MBKM harus saling terintegrasi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja," ujar Bu Zakiya.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan kurikulum yang lebih inovatif dan adaptif di Fakultas Adab dan Humaniora. Dengan mengusung pendekatan OBE, FAH berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tuntutan zaman. (SN)

Dokumentasi Kegiatan:

27

28

 

 

 

Tag :