FAH UIN Jakarta Terima Kunjungan Peneliti UNISSA Brunei Darussalam, Perkuat Tindak Lanjut MoA dan Kolaborasi Riset
FAH UIN Jakarta Terima Kunjungan Peneliti UNISSA Brunei Darussalam, Perkuat Tindak Lanjut MoA dan Kolaborasi Riset

Tangerang Selatan, FAH Online — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan akademik dari dua peneliti Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam Dr. Anis Malik Thoha (Dekan Faculty of Islamic Development Mangement) dan Dr. Cecep Sholeh Kurniawan, pada Selasa  (03/03/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoA) antara kedua institusi, khususnya dalam penguatan kerja sama riset.

Kedatangan tim peneliti disambut langsung oleh Dekan FAH, Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum., didampingi Wakil Dekan III Prof. Usep Abdul Matin, M.A., M.A., Ph.D. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan akademis dengan fokus pada riset akhir kedua peneliti UNISSA mengenai penulisan sejarah Sirah Nabawiyah, khususnya mengenai kontribusi ulama Melayu (Nusantara) dalam tradisi penulisan sejarah Islam.

Dalam diskusi terungkap bahwa kunjungan ini secara khusus bertujuan menindaklanjuti MoA di bidang penelitian. Kedua peneliti UNISSA tengah menyelesaikan riset akhir terkait penulisan sejarah Sirah Nabawiyah serta kontribusi ulama Melayu (Nusantara) dalam historiografi Nabi Muhammad SAW. Dalam proses tersebut, mereka menemukan relevansi dan kekuatan akademik Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) FAH UIN Jakarta, sehingga institusi dinilai sangat tepat untuk mendukung pendalaman riset tersebut.

Dekan FAH menyampaikan komitmen fakultas untuk terus mendukung pengembangan riset kolaboratif. Ia menegaskan bahwa FAH siap membantu secara akademik, termasuk membuka peluang keterlibatan dosen SPI sebagai co-supervisor, khususnya dalam pembimbingan kajian sejarah kesultanan di Nusantara yang menjadi salah satu fokus penelitian.

“Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat riset sejarah Islam berbasis khazanah Nusantara. Keterlibatan dosen SPI sebagai pendamping akademik tentu akan memperkaya perspektif penelitian,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FAH, Prof. Usep Abdul Matin, menyampaikan bahwa Program Studi SPI semakin terekognisi setelah berbagai kunjungan akademik internasional, termasuk kunjungan akademisi dari luar negeri sebelumnya Prof. Sunawari Long (Adjunct Profesor). Menurutnya, peningkatan pengakuan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi dosen SPI untuk terlibat dalam publikasi ilmiah bereputasi.

“Kerja sama ini memberikan peluang bagi dosen SPI untuk menulis dan berkolaborasi dalam jurnal internasional, termasuk jurnal riset Islam internasional seperti IJIT (International Islamic Research),” ungkapnya.

Selain membahas riset, pertemuan juga menyinggung rencana program tamyiz bagi mahasiswa magister (S2) dan doktoral (S3) di UNISSA. Program ini memungkinkan mahasiswa melakukan studi singkat selama beberapa minggu atau bulan ke perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. FAH UIN Jakarta dinilai berpotensi menjadi salah satu mitra tujuan dalam pelaksanaan program tersebut.

Selama kunjungan, tim UNISSA menyampaikan ketertarikannya terhadap pengelolaan podcast akademik FAH sebagai media strategis diseminasi keilmuan, mengingat fasilitas serupa belum tersedia di UNISSA. Dalam kesempatan tersebut, kedua peneliti juga berpartisipasi sebagai narasumber dalam sesi podcast yang dipandu oleh Prof. Usep Abdul Matin.

Melalui pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam bidang penelitian, pembimbingan akademik, publikasi ilmiah, serta pengembangan program internasional. Kolaborasi FAH UIN Jakarta dan UNISSA diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan studi sejarah Islam dan pengembangan khazanah intelektual Nusantara di kancah global.

Penulis:  Kasih Nur/ Deny Saputra

Tag :