FAH UIN Jakarta Bahas Strategi Pengembangan Double Degree LPDP dan Internasionalisasi Program Akademik
FAH UIN Jakarta Bahas Strategi Pengembangan Double Degree LPDP dan Internasionalisasi Program Akademik

Gedung FAH, Berita FAH Online – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar rapat strategis guna membahas rencana pengembangan program Double Degree berbasis LPDP serta langkah internasionalisasi program akademik. Rapat ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat daya saing global dan membuka peluang akademik internasional bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan FAH Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum. menegaskan sejumlah rencana strategis terkait arah pengembangan kelas internasional di FAH. Beliau menyampaikan bahwa terdapat dua pendekatan yang tengah dipertimbangkan, yakni mengadopsi model yang diterapkan dan dikembangkan oleh Universitas terkait internasionalisasi atau mengembangkannya secara bertahap dari program studi yang dinilai telah siap. Selain itu, beliau juga menyoroti kesiapan implementasi program Double Degree, baik dari aspek dosen, kurikulum, maupun kelembagaan.

“Pengembangan kelas internasional di FAH perlu diarahkan secara matang, baik dengan mengadopsi model Universitas maupun melalui pengembangan bertahap dari program studi yang siap. Selain itu, kesiapan implementasi program Double Degree mulai dari dosen, kurikulum, hingga kelembagaan menjadi kunci utama keberhasilan,” tegas beliau.

Dalam rapat tersebut, berbagai isu strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga dukungan kebijakan dan anggaran. Salah satu poin utama yang disampaikan oleh Dr. Ida Farida, MLIS. selaku Wakil Dekan I Fakultas Adab dan Humaniora adalah pentingnya sistem pendampingan mahasiswa yang lebih terstruktur serta pengawasan kualitas akademik yang berkelanjutan. Hal ini dinilai krusial agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu sekaligus memenuhi standar akademik internasional.

Selain itu, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D. selaku Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membagikan pengalaman dalam pengembangan kelas mahasiswa berprestasi. Beliau menekankan pentingnya desain kelas intensif sebagai strategi akselerasi kualitas akademik, terutama untuk mempersiapkan mahasiswa menuju standar internasional. Pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam merancang kelas unggulan di lingkungan FAH.

Sebagai tambahan perspektif, Prof. Dr. Jajat Burhanuddin selaku Kaprodi MSKI dan DSPI di FAH menyampaikan pandangan kritis terkait strategi pengembangan kelas internasional. Beliau menekankan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia dalam program Double Degree dan internasionalisasi perlu dilakukan secara komprehensif. Menurut beliau, diperlukan perencanaan yang matang agar implementasi program tetap efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, beliau menyarankan agar fakultas juga memfokuskan pada mekanisme seleksi dan penjaringan mahasiswa sejak tahap awal melalui program pembinaan internal yang terstruktur. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan mahasiswa yang terlibat dalam program internasionalisasi telah memiliki kesiapan akademik, kemampuan bahasa, serta motivasi yang memadai untuk mengikuti pembelajaran bertaraf global.

Rapat juga mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam implementasi program internasionalisasi. Dr. Ida Farida, MLIS.  menyebutkan bahwa kesiapan dosen, mahasiswa, serta kultur akademik internasional masih menjadi pekerjaan besar. Di samping itu, kejelasan arah kebijakan institusional serta dukungan anggaran yang berkelanjutan menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi intensif dengan pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dan perguruan tinggi mitra untuk memperoleh informasi teknis secara menyeluruh.

Dari sisi administratif, Jejen Jaenudin, S.Ag., M.Ed. Led., Ph.D. selaku Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu UIN Jakarta menyoroti kompleksitas persyaratan program Double Degree yang membutuhkan kesiapan dokumen dan sistem administrasi yang matang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi sejak tahap perencanaan.

Lebih lanjut, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D. menekankan pentingnya mekanisme replikasi program internasionalisasi melalui unit Pusat Layanan Kerja Sama Internasional. Beliau juga mengingatkan bahwa fakultas harus berperan aktif dalam mencari dan menginisiasi kerja sama dengan mitra internasional, bukan hanya menunggu inisiasi dari tingkat universitas.

Dalam aspek pendanaan, FAH mengusulkan penetapan anggaran prioritas yang difokuskan pada penguatan kompetensi bahasa mahasiswa serta peningkatan kapasitas dosen. Usulan ini didasarkan pada evaluasi pengalaman sebelumnya yang menunjukkan bahwa kendala bahasa menjadi salah satu faktor signifikan yang mempengaruhi keterlambatan penyelesaian studi dalam program internasional.

Sebagai langkah awal, rapat menghasilkan beberapa strategi, antara lain penyusunan dokumen persyaratan program, pemetaan alur administrasi kerja sama, serta identifikasi program studi yang siap menjadi pelaksana tahap awal. Koordinasi lanjutan dengan LPDP dan unit terkait di tingkat universitas juga menjadi agenda penting ke depan.

Secara keseluruhan, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan program Double Degree serta internasionalisasi akademik, dengan menekankan pentingnya kejelasan arah kebijakan institusional, dukungan anggaran yang memadai, serta keterlibatan aktif fakultas dalam membangun dan memperluas jejaring kerja sama internasional. Rapat ini menjadi langkah strategis awal dalam merumuskan arah kebijakan dan pengembangan FAH menuju institusi yang berdaya saing global.

Penulis: Nurul Aini/ Deny Saputra/ Sukasih Nur

Tag :