Diskusi Dosen MSKI–DSPI: Menata Arah Akademik, Menguatkan Kurikulum, dan Menyelaraskan Langkah
Diskusi Dosen MSKI–DSPI: Menata Arah Akademik, Menguatkan Kurikulum, dan Menyelaraskan Langkah

Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Program Studi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam (MSKI) dan Doktor Sejarah Peradaban Islam (DSPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar diskusi akademik pada Kamis, 5 Februari 2026. Bertempat di Ruang S3 SPI Lantai 3, diskusi berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan menjadi forum penting untuk mengevaluasi perkuliahan, menyempurnakan kurikulum, serta menyelaraskan langkah ke depan.

Diskusi dipimpin oleh Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A., dan dihadiri oleh jajaran dosen senior serta pengelola program studi. Hadir dalam kesempatan ini antara lain Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A., M.A., Ph.D., Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Prof. Amelia Fauzia, Ph.D., Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M.Hum., Prof. Drs. H. Amirul Hadi, M.A., Ph.D., dan Prof. Drs. Jajang Jahroni, M.A., Ph.D. Turut hadir pula Dr. Mauidlotun Nisa’, M.Hum., Dr. Restu Gunawan, Dr. Zakiya Darojat, M.A., Dr. Awalia Rahma, M.A., Dr. Halid, M.Ag., Dr. Imas Emalia, M.Hum., Dr. Amurwani Lestariningsih, M.Hum., Saiful Umam, M.A., Ph.D., dan Fuad Jabali, M.A., Ph.D. Turut serta juga sebagai perwakilan mahasiswa S2 yaitu Yoga Difa Perdana, S. Hum, serta unit pendukung akademik seperti KKN in Campus dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kehadiran unsur mahasiswa dan unit pendukung ini memberi warna tersendiri dalam diskusi, karena memungkinkan pertukaran pandangan dari berbagai sisi.

Salah satu agenda utama diskusi adalah evaluasi perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Dalam pembahasan ini disampaikan bahwa sejumlah mahasiswa S2 dan S3 telah menyerahkan proposal penelitian. Meski demikian, para dosen menekankan pentingnya pendampingan sejak awal agar mahasiswa memiliki kejelasan tema, fokus kajian, pendekatan, dan kerangka teoretis dalam penelitian tesis maupun disertasi.

Diskusi juga memberi perhatian khusus pada pemantapan Program DSPI jenjang S3. Dengan jumlah mahasiswa yang kini mencapai sekitar ±10 orang dari latar belakang akademik yang beragam, para peserta sepakat bahwa penguatan silabus menjadi kebutuhan mendesak. Silabus yang lebih matang dinilai penting untuk menjaga kualitas akademik sekaligus menjawab tantangan multidisipliner yang dihadapi mahasiswa doktoral.

Terkait penerimaan mahasiswa baru, diskusi merekomendasikan agar penerimaan mahasiswa DSPI S3 hanya dilakukan pada awal tahun akademik, dengan jumlah maksimal 10 orang. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga intensitas bimbingan dan kualitas proses akademik.

Isu publikasi ilmiah juga menjadi bagian dari diskusi. Para dosen sepakat bahwa penerbitan artikel tidak dijadikan kewajiban formal, melainkan sebagai sarana strategis untuk membantu mahasiswa mengenali minat, arah penelitian, serta memperkuat kesiapan mereka dalam penulisan tesis dan disertasi.

Dalam sesi lain, diskusi ini menyoroti persoalan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Ditemukan bahwa tidak semua mahasiswa memperoleh RPS secara merata. Oleh karena itu, disepakati agar seluruh RPS dikumpulkan melalui Kaprodi atau Sekprodi, sehingga lebih mudah diakses oleh mahasiswa dan memudahkan pengelolaan administrasi program studi.

Sebagai penutup, ditegaskan pentingnya koordinasi antar dosen dalam penentuan materi mata kuliah. Koordinasi ini dipandang krusial untuk menghindari tumpang tindih materi sekaligus memperkuat keterpaduan kurikulum MSKI dan DSPI. Rapat ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan semangat bersama untuk terus memperkuat kualitas akademik dan tata kelola Program Studi MSKI dan DSPI agar semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan perkembangan keilmuan.

Tag :