FAH NEWS – Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FAH UIN) gelar Workshop Akreditasi Internasional AQAS (Agentur zur Qualitätssicherung an Hochschulen mit Sitz in Köln) dengan tema “Workshop Akreditasi Internasional Prodi – Lesson Learned Akreditasi AQAS: Pengalaman Universitas Brawijaya”. Workshop dilaksanakan pada Kamis, 21 April 2022 dilangsungkan secara luring dan daring via Zoom Meeting sejak pukul 13:30-15:30 WIB. Dalam sambutannya, Dekan FAH UIN Jakarta, Saiful Umam, Ph. D, menyampaikan maksud dan tujuan digelarnya workshop tersebut. “Dalam kesempatan ini, UIN Jakarta juga merencanakan untuk mendaftarkan proses akreditasi internasional mudah-mudahan dalam waktu dekat. Tujuan utama kita mengundang Bu Hamamah dan Pak Nanang ini untuk mendengar bagaimana proses yang dilalui oleh UB khususnya Fakultas Ilmu Budaya yang statusnya berdekatan dengan kita,” ujar Dekan FAH UIN Jakarta (Kamis, 21/04/2022).

Workshop yang dipandu oleh Parhan Hidayat, M.Hum ini berisi informasi mengenai bagaimana FIB UB menjalankan proses akreditasi internasionalnya melalui AQAS, lembaga akreditasi asal Jerman sebagai penjamin kualitas mutu program studi lembaga perguruan tinggi tingkat internasional.

Sebelum membagikan pengalamannya, Hamamah, Ph. D, Dekan FIB Universitas Brawijaya menginfokan bahwa FIB UB adalah fakultas muda yang baru berdiri. “Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya ini masih sangat muda bapak ibu. Kami berdiri sebagai fakultas pada tahun 2009. Namun sebelumnya adalah laboratorium Bahasa,” tutur Dekan asal Malang tersebut. Hamamah membagikan pengalaman yang telah dilalui FIB UB dalam kurun waktu 3 tahun yakni dari 2020 hingga 2022. FIB UB mulai menyiapkan draft pemberkasan hibah akreditasi yang akan diajukan ke AQAS sejak tahun 2020 dan proses pelaksanaan baru terealisasikan pada tahun 2021. Di tahun yang sama, AQAS memberikan feedback kepada FIB UB dengan berbagai masukan, dan salah satunya adalah pembagian 3 klaster untuk 10 bidang prodi.

Setelah melalui beberapa proses, FIB UB kemudian melaksanakan visitasi akreditasi internasional kluster pertamanya dalam bidang Asia pada Maret 2022. Sedangkan visitasi kluster 2 dalam bidang Eropa baru akan dilaksanakan pada bulan Mei, sementara Kluster 3 yakni kluster Seni Rupa Murni dan Antropologi baru akan dijadwalkan pada bulan Juli 2022. Hal penting yang ditekankan oleh Nanang Endrayanto, M.Sc,  Plt. Dekan I, FIB UB kepada jajaran FAH UIN Jakarta adalah persiapan bank data yang akan menampung dokumen akreditasi SER dan Annex sebab AQAS akan meminta semua bukti yang disampaikan. “Di AQAS semua yang disampaikan diminta buktinya,” tegas Nanang.

Workshop yang ditutup oleh Dr. Ida Farida, MLIS, Wadek bidang Akademik ini dihadiri oleh Dekan dan Plt. Dekan I, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (FIB UB), Dekan dan Wakil-Wakil Dekan serta para-Prodi dan Wakaprodi Fakultas Adab dan Humaniora. ***

 

Kontributor: Rizka Sentia

Editor: AY