FAH NEWSFestival Seni dan Budaya Islam Nusantara (FESBADIN) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) tahun 2022 sukses terselenggarakan secara offline untuk kali pertama setelah Pandemic Covid-19 beberapa waktu lalu. Dengan menyajikan 5 bidang perlombaan yang terdiri dari lomba Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, Kaligrafi, Konten Kreator dan Stand Up Comedy, kegiatan ini dihadiri oleh 106 peserta dari berbagai sekolah mulai dari Aliyah, Pondok Pesantren, SMK, SMA, Boarding School, bahkan ada pula yang berasal dari sekolah paket C. Seluruh peserta berasal dari wilayah provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Acara ini dilaksanakan selama 2 hari, yakni pada hari Rabu-Kamis, 20-21 Juli 2022, kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tepatnya di ruang Teater Prof. Bustomi Abdul Ghani dan beberapa ruang kelas serta di halaman parkir bagian timur. Selain karena Ridho Allah SWT, dukungan dari Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Saiful Umam serta bimbingan penuh Wakil Dekan 3, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Usep Abdul Matin dan juga dukungan dari staf lainnya serta kerja sama seluruh panitia, kegiatan yang tersusun mulai dari Opening Ceremony, Pemaparan Materi dari Para Narasumber, Perlombaan, Hiburan, Closing Ceremony dan Pengumuman pemenang semua dapat berjalan dengan sangat baik.

Pada sesi Opening Ceremony, Saiful Umam selaku Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam sambutannya ia menjelaskan terkait soal prinsip diselenggarakannya FESBADIN. “Pada prinsipnya adalah lomba ini ada pemenangnya tentu saja iya. Namun yang terpenting adalah mengapa kita mengadakan lomba seperti ini tujuannya supaya kita semua saling mengenal. Ini yang paling penting, misi kita tentu saja dengan adanya forum seperti ini, kita akan berkenalan, kita akan bersilaturahmi untuk saling mengenal”, jelasnya dalam sambutan, Kamis, (20/07). Ia berharap para siswa yang menjadi peserta lomba dapat menjadi mahasiswa di Fakultas Adab. “Dengan adanya anak-anak ikut lomba ini di Fakultas Adab tentu saja kita berharap ada yang tertarik untuk berkuliah di Fakultas”, ia berharap. Sambutannya kemudian ditutup dengan prosesi gunting pita sebagai simbol seremonial bahwa FESBADIN tahun 2022 resmi dibuka.

Selanjutnya Usep Abdul Matin selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama sekaligus Penanggung Jawab Umum dalam kegiatan FESBADIN 2022 menyampaikan gambaran umum kegiatan FESBADIN. “Festival Seni dan Budaya Islam Nusantara ini adalah pengejawantahan atau perwujudan dari betapa estetika itu penting. Cara berpikir itu penting, dan seni juga penting dalam pendidikan. Karena itu lomba-lomba ini adalah pengembangan dari jiwa estetis yang Allah SWT sudah titipkan”, ia menyampaikan. Dalam sambutannya tersebut ia juga memaparkan pencapaian FESBADIN yang berhasil memperoleh 106 peserta yang telah melampaui target awal sebanyak 100 peserta. Dalam sambutan tersebut ia juga memaparkan tentang pencapaian jangkauan akun Instagram FESBADIN yang telah dikunjungi 46 ribu pengguna Instagram dengan interaksi lebih dari 400.

Rizka Sentia, selaku Ketua Pelaksana FESBADIN tahun 2022 dalam sambutannya menjelaskan tema dan tujuan dari diselenggarakannya Festival Seni dan Budaya Islam Nusantara. “Dengan mengusung tema Kreativitas Millennial dalam Menabur Cinta Budaya Islam, FESBADIN tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas pemuda di era digital dengan tetap mengangkat dan memperkenalkan nilai keislaman dan wawasan budaya lokal”, katanya. Ia juga berharap FESBADIN tahun 2022 dapat menjadi wadah pengembangan diri para pelajar dalam mengembangkan bakat kemampuannya. Ia juga berharap melalui FESBADIN tahun 2022 ini jalinan kerja sama Fakultas Adab dan Humaniora dengan berbagai instansi dan lembaga dapat terus terjalin dalam jangka waktu yang panjang.

FESBADIN tahun 2022 mendatangkan 11 narasumber, yang masing-masing membahas tentang prodi yang ada di Fakultas Adab dan Humaniora dan juga materi yang berkaitan dengan perlombaan. 11 narasumber tersebut diantaranya adalah Drs. Sulaiman Rohimin, Saifullah Kamalie, Ph.D, Muhammad Annas, Lc , M.A, Apipudin M.A, Ida Rosida, M.Hum, Faizal Arifin, M.Hum, Andhika Prasetyo, S.S, Muhammad Al Jufri, S.S (Mal Jupri SUCI 7), Andry Garcia, S.S, Jhordy Ferdian dan Wahyu Alhudaya. Festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan, mulai dari penampilan Tim Hadroh, Band dan juga Tari Saman. Meskipun FESBADIN ini dilangsungkan oleh Universitas Islam, namun perlombaan di dalamnya terbuka untuk umum. Terdapat beberapa peserta yang merupakan non-Muslim dan ada pula peserta difabel yang turut serta berkompetisi dalam perlombaan FESBADIN.

Di penghujung acara pada hari ke dua dalam Closing Ceremony, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pendamping. Ia juga menyampaikan beberapa pernyataan dan juga pesan untuk para pelajar.  “Tentu saja dalam perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang tidak, tetapi kita harus meyakinkan kepada diri kita sendiri bahwa juara adalah sebuah bonus, yang terpenting adalah kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan juga sudah mengikuti proses, berinteraksi dan juga berkenalan menjalin ukhuwah dan pertemanan dengan sesama peserta lomba, panitia, juri dan juga dosen yang mendampingi selama perlombaan ini berlangsung”, ia menyampaikan. “Jangan berkecil hati untuk anak-anakku yang tidak mendapatkan juara. Jangan patah semangat karena itu adalah bagian dari proses pembelajaran”, pesannya kepada peserta lomba. Dekan kemudian mengapresiasi para peserta yang berasal dari latar belakang yang beragam. “Tentu saja saya sangat senang dan sangat apresiasi karena pesertanya tidak hanya berasal dari Aliyah saja tetapi juga ada yang di SMA, SMK, Boarding School, bahkan juga ada yang non-muslim. Dengan adanya siswa non-muslim menurut saya ini adalah luar biasa”, pungkasnya.

Dekan juga berharap agar siswa yang mengikuti kompetisi FESBADIN dapat menjadi bagian dari Fakultas Adab dan Humaniora. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan pengumuman peserta juara lomba dan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Yasir Arju. Yang juga menarik dari sesi ini adalah pihak penyelenggara memberikan apresiasi kepada Muhammad Ridho, salah satu peserta difabel sebagai peserta terbaik.

Kontributor: Rizka Sentia
Editor: AY