FAH NEWS – Prodi Bahasa dan Sastra Arab bekerjasama dengan Magister Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora sukses menggelar Webinar Kritik Sastra Feminis: Teori, Metode dan Aplikasinya pada Kamis, 31 Maret 2022. Webinar tersebut dibuka oleh Saiful Umam, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Adab dan Humaniora dan dilanjut dengan kata pengantar yang disampaikan oleh moderator, Dr. Rizqi Handayani, M.A.

Dalam pengantarnya tersebut ia menyampaikan kritik sastra bahwa tulisan laki-laki yang mendominasi telah menempatkan wanita pada posisi pemanis dan menggambarkan perempuan sebagai sosok yang lemah. “Dari tulisan laki-laki itu memberikan citra atau menempatkan posisi wanita sebagai pemanis dan dianggap sebagai second sex. Belum lagi stigma yang muncul menggambarkan bahwa perempuan adalah sosok yang lemah, yang pasif dan tidak berdaya,” tuturnya.

Webinar yang dilangsungkan secara daring ini dihadiri oleh ratusan peserta dengan menampilkan Mina Elfira, M. A, Ph. D sebagai pembicara. Dalam webinar kali ini, Mina Elfira, dosen yang fokus dalam pengkajian Rusia, gender dan sastra akan menggunakan perspektif feminis sebagai metode dalam membongkar kesadaran masyarakat bahwa ada sesuatu yang salah dalam karya sastra kita.

Wanita yang kerap disapa Ira tersebut menjelaskan bahwa feminis merupakan sebuah gerakan yang memperjuangkan kesetaraan hak dan menghapuskan segala bentuk diskriminasi atas dasar jenis kelamin. Dari gerakan feminis tersebut muncul gelombang perjuangan yang masuk melalui akademik dan sastra.

Melalui kritik sastra feminis, para pejuang feminis berusaha mengkaji sastra menggunakan metode Gynocriticism, sebuah usaha untuk melawan stereotip perempuan yang kurang realistik melalui analisis teks sastra, konteks produksi karya sastra dan juga resepsi karya sastra.

Dalam sesi tersebut ia membandingkan contoh karya sastra yang ditulis Igoendonesia dalam karyanya yang berjudul Tragedi Drupadi dengan karya Sastra Ratna I dengan judul Baju.  Kedua sastra tersebut berisi cerita yang sama yakni kisah Drupadi dan 5 Pandawa namun dari sudut pandang yang berbeda.

Sebagai kritikus feminis, Ira mengajak pembaca perempuan untuk menekankan diri sebagai pembaca perempuan dengan tujuan untuk membongkar praduga dan ideologi kekuasaan laki-laki akan stereotip perempuan yan tidak berdaya.

Webinar yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga pukul 12.00 WIB ini dihadiri oleh Dr. Siti Amsariah, M.Ag. Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab serta Dr. Muhammad Adib Misbachul Islam, M.Hum, Ketua Prodi Magister Bahasa dan Sastra Arab yang juga berkesempatan menutup kegiatan webinar tersebut. Webinar ini dihadiri oleh para pengajar, pegiat sastra dan feminis serta para mahasiswa ini ditutup dengan sesi foto bersama melalui Scan Picture pada aplikasi Zoom Meeting. ***

Kontributor: Rizka Sentia

Editor: AY