Peserta Yudisium

Rabu, 25/08/21, Ciputat – Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melangsungkan Yudisium dan Pelepasan Wisuda ke – 121 secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Kegiatan Yudisium kali ini mengambil tema “Menjadi Sarjana yang selalu berpikir dan bertindak atas dasar ilmu pengetahuan, Keimanan dan Kemanusiaan”. Acara berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 12.30 WIB. Pelepasan wisudawan/wisudawati berlangsung dengan khidmat dan lancar, para peserta dengan tertib mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga selesai.

Dr. Ida Farida, MLIS

Dr. Usep Abdul Matin, M.A., M.A.

Para pimpinan Dekanat; dari mulai dekan dan seluruh wakil dekan menghadiri pelepasan para wisudawan/wisudawati. Jumlah mahasiswa yang mengikuti wisuda ke-121 ini sejumlah 111 orang, terdiri dari 102 orang dari program Sarjana (S1) dan 9 orang untuk program Magister (S2). Acara dibuka dengan Pembacaan Surat Keputusan Dekan FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang penetapan peserta Yudisium program Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) FAH Jakarta Tahun Akademik 2020/2021 oleh Dr. Usep Abdul Matin MA. Kemudian dilanjut dengan Pembacaan Yudisium Calon Sarjana S1/S2 oleh Dekan FAH, serta Pembacaan SK Dekan FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh Dr. Ida Farida, MLIS. tentang Penetapan Calon Wisudawan Terbaik Progam Studi, dan Wisudawan Terbaik Fakultas Tingkat Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke-121 Tahun Akademik 2020/2021.

Yusril Fahmi Adam, perwakilan wisudawan terbaik dari Prodi S1

Kemudian dari prodi juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati. Kesan dan Pesan Perwakilan Calon Wisudawan Terbaik Fakultas disampaikan Yusril Fahmi Adam, “Izinkan saya mewakili teman-teman menghaturkan ucapan terima kasih kepada keluarga besar akademika FAH wabil khusus seluruh bapak/ibu dosen yang telah memberi berbagai pengalaman dan ilmu pengetahuan. Selanjutnya izinkan saya mewakili seluruh peserta yudisium untuk memohon maaf atas lisan dan perbuatan yang pernah menyakiti hati ibu/bapak semua, kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas luasnya. Kami sama-sama berharap dan berdoa agar kesuksesan senantiasa berada di setiap langkah kita.” Ujarnya.

Saiful Umam, Ph.D (Dekan FAH)

Sambutan dan pesan dari Dekan FAH untuk para peserta Yudisium selain mengucapkan selamat kepada para calon wisudawan dan wisudawati, beliau juga menyampaikan beberapa hal yang mesti dijalankan oleh para lulusan FAH. Setidaknya ada empat point penting yaitu; para lulusan FAH harus berpengetahuan luas, kritis, beriman, dan mempunyai gagasan kehumanioraan. “Kalian dalam bertindak dan berpikir harus atas dasar ilmu pengetahuan rasional, gunakan ilmu pengetahuan untuk menghadapi kenyataan yang ada dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada anda. Kritis; tidak mudah menerima informasi yg tidak jelas untuk mengatasi hoax. Kemudian berpikir dan bertindak dengan dasar keimanan, apapun prodinya ketika jadi sarjana FAH/UIN anda adalah sarjana Islam, maka perilaku dan tingkah anda harus sesuai dengan norma keagamaan keislaman yang diyakini berdasar pada sumber Qur’an dan Hadist. Selain itu juga berpikir tentang gagasan kehumanioran, keadilan yg berlaku secara umum, menjaga nilai-nilai kemanusaian, mengaplikasikan, menjaga keadilan, meski berbeda pendapat tidak berarti mengesampingkan kemanusiaan, ini yang mesti dipegang sebagai pesan untuk menjalani kehidupan dimanapun anda bekerja dan berkarya dalam profesi apapun nantinya. Terakhir sebagai alumni jangan pernah melupakan jasa-jasa para dosen dan semua yang ada di UIN, bergabunglah dengan ikatan alumni.” tutur Saiful Umam, Ph.D.

 

Zainal Mutaqien, S.S., M.Ud., M. Artetlang

Selain seremonial rangkaian acara yudisium dan pelepasan wisudawan/wisudawati ini juga ada sharing session yang diisi oleh alumni FAH yang telah dinilai sukses dan berkiprah di masyarakat. Pada yudisium kali ini FAH mengundang Zaenal Muttaqien, S.S., M.Ud., M. Artletlang (Dosen di Politeknik Negeri Kreatif). Dalam paparan sharing session ini ia banyak mengulas tentang beasiswa luar negeri LPDP. Membicarakan hal-hal mendasar terkait alasan kenapa kita harus melanjutkan studi, kemudian dengan bertebarannya beasiswa-beasiswa yang ada tentu perlu menjadi pertimbangan agar kita bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. “Kenapa sih harus kuliah di luar negeri? Mungkin banyak yang bertanya seperti itu, bagi saya dengan studi ke luar negeri kit aitu sedang menantang diri untuk bisa hidup dan belajar di negeri asing, melihat dunia tidak hanya dari Indonesia saja namun lebih luas lagi, dan tentu dengan berkuliah di luar negeri kita bisa dapat sudut pandang yang luas juga.” Ungkapnya kepada para peserta yudisium. Ia juga berpesan, sedari dini apabila kita ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, maka kita harus persiapkan diri kita, dari mulai persyaratan administratifnya seperti Proposal Riset, Surat Pengantar/Referensi, Motivation Letter, Letter of Acceptance (LoA) dan sertifikat Bahasa Asing tentunya seperti IELTS/TOEFL/ETIC dsb.

Kang Aqien biasa ia disapa, merupakan alumni dari Université de Valenciennes tahun 2017, ia menambahkan, alasannya melanjutkan studi di Prancis. “Alasan subjektif saya memilih Beasiswa Prancis: misalnya karena faktor cuaca (4 musim), terdapat banyak sekali toko-toko halal, negara tujuan merupakan negara turistik. Atau di negara tersebut Bahasanya adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan. Itu hanya sekedar contoh saja, jadi kalian bisa pikirkan masing-masing.” Pungkasnya. Terakhir acara di tutup dengan sesi foto bersama pimpinan, panitia, dan peserta yudisium serta ramah tamah para peserta yudisium.