wisuda99Ada suasana berbeda pada acara “Pembekalan dan Ramah Tamah Wisuda Angkatan ke-99” yang diselenggarakan oleh FAH kali ini. Untuk pertama kalinya, FAH meluluskan mahasiswa Program Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam sejak dibukanya pada tahun 2012 lalu. Rasa haru dan senang terpancar dari para wisudawan, termasuk pimpinan FAH dan khususnya pengelola Program Magister FAH UIN Jakarta. Tendi sebagai lulusan terbaik Program Magister menyampaikan suka dan dukanya selama kuliah di FAH dan sekaligus menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan FAH yang telah mendukung dan melayani mahasiswa selama proses perkuliahan.

Selain mahasiswa Program Magister, Wisuda kali ini juga meluluskan program studi strata satu (S-1) sebanyak 52 orang yang terdiri dari Prodi BSA (8 orang), Prodi SKI (5 orang), Prodi Tarjamah (9 orang), Prodi IP (9 orang), dan Prodi BSI (17 orang). Lulusan Terbaik tingkat Fakultas diraih oleh Indi Nisauf Fikry Sakila (NIM 1111022000011) Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam dengan predikat Kumlaude dan IPK 3,69. Lulusan terbaik dari masing-masing prodi adalah sebagai berikut: Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam adalah Indi Nisauf Fikry Sakila (NIM 1111022000011) dengan IPK 3,69 (Kumlaude); Prodi Bahasa dan Sastra Arab adalah Alia Rusli Hasbi (NIM 1111021000072) dengan IPK 3,63 (Kumlaude); Prodi Tarjamah adalah Darti Nurmaesaroh (NIM 1111024000029) dengan IPK 3,53 (Amat Baik); Prodi Ilmu Perpustakaan adalah Karina Putri Adita (NIM 1111025100024 dengan IPK 3,47 (Amat Baik); dan Prodi Bahasa dan Sastra Inggris (NIM 1111026000034) dengan IPK 3,45 (Amat Baik).

Kepada para calon wisudawan, Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag selaku Dekan FAH menyampaikan beberapa pesan, antara lain bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses ‘menjadi diri’ bagi seorang mahasiswa, tetapi ia hanya merupakan satu terminal perjalanan yang terus akan berlanjut. Setelah wisuda, maka berbagai tuntutan diri dan lingkungan semakin besar dan setiap orang harus dapat meresponsnya dengan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas dirinya. Selain itu, Dekan juga menyampaikan bahwa modal untuk sukses dalam kehidupan adalah harus memiliki minimal tiga kecerdasaran, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Namun, kecerdasan spirituallah yang paling kuat membuat seseorang memiliki kesuksesan karena tidak hanya sukses di dunia tetapi juga di akhirat.

Selanjutnya, acara diisi dengan sharing alumni yang kali ini disampaikan oleh Indra Kurniawan, MA, alumni Prodi Bahasa dan Sastra Inggris tahun 2010. Inda menyampaikan banyak hal kepada adik-adiknya, antara lain bahwa dunia yang kita hadapi bisa menjadi baik dan juga bisa menjadi buruk, tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Indra yang telah menyelesaikan S2nya di Rusia ini juga mengingatkan bahwa sebenarnya ilmu yang kita dapatkan di kampus tidak dapat 100% diaplikasikan di dunia kerja sehingga kita harus memiliki nilai lebih untuk dapat bersaing. Selain itu, Indra sangat memesankan bahwa predikat yang melekat pada wisudawan UIN adalah nilai-nilai keislaman dan tentu saja harus diperdalam kembali imu-ilmu yang menjadi bidangnya, dan ciri keislaman ini harus menjadi pembeda di tengah masyarakat. [ZA]