Ciputat – Kamis, 20 September 2018 kemarin, putri terbaik Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Vivi Uliana mengikuti lomba Presentasi Literasi dalam rangka memperingati Hanjaba  (Hari Anak Baca Jakarta) 2018 yang diselenggarakan oleh Dispusip (Dinas Perpustakaan dan Arsip) DKI Jakarta.

Vivi yang kesehariannya menjalani aktivitas sebagai mahasiswa Ilmu Perpustakaan FAH juga punya segudang tanggung jawab diluar, yaitu sebagai pengelola Kampung Buku, dan  Taman Baca Mandiri Kampung Buku di Cibubur Jakarta Timur.

“Kampung Buku ini adalah daerah binaan, yang didalamnya digalakkan tetang pentingnya literasi bagi kehidupan. Di situ juga terdapat Taman Baca Masyarakat (TBM)”, ujar Vivi saat ditemui di Lobby FAH (21/09/18). Selain terdapat TBM , Tim Kampung Buku juga punya program “Gowes Literasi” yang mendekatkan buku-buku ke tempat keramaian di kampung buku dengan media sepeda.

Lomba yang diadakan di Taman Ismail Marzuki, Cikini mendapat apresiasi yang besar dari Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan yang hadir sekaligus meresmikan berlangsungnya acara Hanjaba. Vivi berlomba melawan peserta dari taman baca lain yang cukup berkompeten dalam bidang literasi. Dalam lomba itu, Vivi mempresentasikan tentang program unggulannya yaitu Gowes Literasi, dalam presentasinya juga Vivi menyampaikan bahwa Tim Kampung Baca pernah mendapatkan penghargaan dari Original Record Indonesia di Hari Aksara 2017 dengan bersepeda dari Cibubur menuju Kuningan Jawa Barat, tak berhenti disitu, Tim Kampung Buku bekerjasama dengan Pramuka dan PMI mengutus seseorang untuk menggowes sepeda dari Sabang sampai Marauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote pada 11 Maret 2018 kemarin dan diperkirakan finish pada tahun 2020, menempuh jarak 15000 KM selama 700 hari.

Meskipun dalam perlombaan ini Vivi belum beruntung, dia tetap berpesan kepada para pegiat literasi untuk tidak berhenti dalam menebarkan virus membaca, “Masing-masing TBM punya ciri khasnya sendiri, jadi jangan anggap kekalahan ini sebagai akhir. Saya menganggap ajang ini sebagai bagian dari sharing ilmu, dari sini saya jadi tahu tentang 6 dasar literasi yang dicanangkan World Economic Forum pada 2015,  ini pengetahuan baru yang saya dapat dan saya sadar bahwa tidak ada kata berhenti untuk belajar” Ujar anggota Kominfo HMJ IPI ini.