Setelah melaksanakan lawatannya ke UI, kali ini, Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (SEMA FAH) dikunjungi oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (SEMA FUAD) IAIN Samarinda, Kalimantan Timur, di selasar Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora pada Senin malam (24/9/2018) kemarin. Kunjungan tersebut berjalan lancar dan dihadiri oleh 4 mandataris SEMA FAH dan Ketua Komisi Konstitusi SEMA FUAD.

Dalam kesempatan tersebut, saling membagi pengetahuan tentang bidang legislatif menjadi perbincangan utama. Walaupun dilangsungkan pada malam hari, diskusi berjalan dengan hangat dan diwarnai dengan tawa jenaka.

“Studi banding tersebut dilaksanakan pada malam hari, karena kami mengikuti waktu yang direkomendasikan oleh SEMA FUAD. Tapi walaupun begitu, diskusi kami tidak kalah seru dengan diskusi lainnya di siang hari, bahkan kami menjelaskannya lebih terbuka, karena studi banding tersebut dilaksanakan di ruang terbuka, outdoor. Selain itu, tidak sedikit hal yang kami pelajari juga dari SEMA FUAD”, ucap Amirudin saat diwawancarai Fah News.

Di sela-sela studi banding, ternyata ada hal yang menurut Amirudin perlu menjadi percontohan. Semangat SEMA FUAD yang telah menyempatkan waktu untuk studi banding, walaupun mereka melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Baitul Qur’an pada siang harinya.

“Setelah kami bertukar pikiran mengenai lembaga lembaga legislatif, ada sedikit pengalaman yang sama-sama saling kami curahkan yang akhirnya berbuah canda tawa. Semangat mereka untuk tetap melakukan studi banding, walaupun pada siang harinya mereka melakukan kegiatan PKL, itu yang menurut saya hal penting yang patut disorot. Kalau tidak salah, mereka itu sama kayak kami, sedang membangun dan mengembangkan kinerja lembaga Senat Mahasiswa tingkat Fakultas”, tambahnya.

Terakhir Amirudin menambahkan “ada hal yang berbeda dari sistem yang kami adopsi dengan mereka, yaitu mereka terdapat komisi keuangan di lembaga SEMAnya, tapi tidak ada komisi kelembagaanya. Berbeda dengan kami yang ada. Tapi dari perbedaan itu, justru kami sama-sama belajar tentang negatif dan positif dari dampak yang ditimbulkan”.