Ciputat -Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (SEMA FAH) melakukan lawatan ke Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (DPM FIB UI) Jum’at kemarin (14/9/2018). Agenda tersebut merupakan bagian dari program kerja SEMA FAH periode 2017-2018.

Dalam kesempatan tersebut, SEMA FAH mendelegasikan 10 anggotanya untuk hadir di kantor sekretariat DPM FIB UI, Depok. Ketua SEMA FAH, Muhammad Amirudin A. S menyampaikan, tujuan studi banding ini untuk meningkatkan kinerja lembaga legislatif mahasiswa, khususnya SEMA FAH.

“Untuk meningkatkan kualitas SEMA FAH kami mencoba untuk mengetahui lembaga legislatif mahasiswa di luar UIN Jakarta caranya melalui studi banding ini, berdiskusi bertukar pikiran dengan instansi lintas universitas dengan perspektif yang berbeda”, kata Amirudin saat diwawancarai di ruang rapat Dekanat.

SEMA FAH sendiri memilih DPM FIB UI karena kualitas lembaga legislatif mahasiswa ini sudah tidak diragukan lagi, dilihat dari keaktifan dan konsistensinya dalam menjalankan program kerja  serta masifnya publikasi di media sosial.

Amirudin menambahkan “yang kami dapatkan dari hasil pertemuan disana, DPM FIB UI memang sangat konsisten dan tegas terkait pengawasannya, mereka mengontrol dan mengawasi setiap paruh bulan kegiatan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP). Lembaga ini mengontrol program kerja yang telah direncanakan apakah sesuai atau tidak dengan tanggal yang telah disahkan”, jelasnya.

Tidak hanya pihak SEMA FAH saja yang belajar dari DPM FIB UI, merekapun cukup salut dengan program kerja yang dilakukan oleh SEMA FAH yakni seperti advokasi dan aspirasi. Contohnya adalah program kerja mini aspirasi yang ada setiap yasinan malam Jum’at dan program public hearing, yang sementara ini di DPM FIB UI belum ada.

Amirudin berharap agar SEMA FAH  periode selanjutnya dapat menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga legislatif mahasiswa di dalam ataupun di luar UIN Jakarta, sehingga bisa terus memperbaiki kualitas dengan mengembangkan sistem kelembagaan yang sudah ada.

“Yang penting komunikasinya tetap berjalan. Siapa tahu kita bisa membuat kerjasama dalam satu agenda atau bisa saling berbagi jaringan untuk event-event yang lainnya”, pungkasnya.