TARJAMAH NEWS, Ciputat – Selasa (24/1) kemarin merupakan hari yang sangat sakral sekaligus krusial bagi para penggiat roda kepengurusan HMJ Tarjamah 2017. Rapat kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarjamah 2017 dengan tema “Revitalisasi Fungsi Struktural Dalam Membangun HMJ Tarjamah Yang Lebih Inovatif dan Mendunia” yang dilaksanakan di Aula Madya Lt. 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, merupakan langkah fundamental dalam awal kepengurusan.

Hal tersebut didukung oleh paparan salah seorang peserta rapat kerja, Hilmy Fadhli anggota dari bidang pengembangan inovasi, pada Selasa (21/2) ini, mengungkapkan dari kegiatan itu banyak sekali manfaat yang muncul untuk kelancaran HMJ Tarjamah, salah satunya memberikan informasi kepada seluruh anggota pengurus terkait job desk masing-masing bidang yang akan diselesaikan oleh mereka.

Apalagi sebelum dilaksanakannya rapat kerja, ketua HMJ Tarjamah, Imam Maksum, menyarankan diadakannya kegiatan sarasehan pra rapat kerja, pada Senin (23/1) kemarin, guna memberikan gambaran umum mengenai sepak terjang HMJ Tarjamah dari pandangan beberapa alumni prodi Tarjamah yang pernah memimpin organisasi, Kaula Fahmi, S.S, Lc (Ketua HMJ Tarjamah Demisioner Periode 2013-2014) dan Agus Nawawi, S.S. (Ketua BEM FAH periode 2014-2015 Demisioner)

“Jikalau kekurangan anggaran, bikin kegiatan yang dapat menghasilkan anggaran, kemudian disaving dan digunakan untuk kegiatan yang berikutnya.” Ungkap Agus Nawawi mengenai pemasukan dana.

Menurutnya, mengadakan kerja sama antar instansi luar seperti mempromosikan film yang baru launching kepada masyarakat UIN, dapat menambah pemasukan (bahkan lebih) untuk digunakan pada acara inti yang akan digarap. “Kalau zaman saya ketika memimpin BEM FAH 2014, beruntung saya ketika itu berkerja sama dengan film Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, walaupun kita harus siap mereka minta apa.” Katanya.

Dengan menganalogikan seperti memancing ikan, Agus menegaskan semakin jauh kita memancing, maka semakin jauh besar pula hasilnya. Namun, terdapat konsekuensi besar juga yang menunggu dan wajib dihadapi kedepannya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kaula Fahmi. Menurutnya, Interest acara akan muncul jikalau pengurus benar-benar serius menyiapkan segalanya. Rasa Sense of belonging juga merupakan salah satu indikasi tumbuhnya rasa kepemilikan dan cintanya terhadap sesuatu yang diamanahinya. Tak lupa dipenghujung agenda, mereka berdua memberi semangat untuk seluruh pengurus HMJ Tarjamah 2017 agar tetap menyalakan api pengabdian mereka. (Oleh: M. Amirudin A. Salam)