Ciputat, Selasa, 12 November 2019 – Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (SEMA-FAH) menyelenggarakan Public Hearing bertempat di Teater Bustami Abdul Ghani Lantai 5 FAH.

Komisi III Aspirasi dan Advokasi SEMA-F menyelenggarakan acara Public Hearing dengan tema “Revitalisasi dan Optimalisasi Penunjang Akademisi Fakultas Adab dan Humaniora”. Acara ini merupakan upaya SEMA-F sebagai lembaga legislative untuk menyalurkan aspirasi Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) kepada pihak-pihak terkait bertujuan untuk Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) yang lebih baik.

Acara Public Hearing ini dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB. Dihadiri oleh Dekan, Wadek II Bidang Administrasi Umum, Wadek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, dan Kepala Sub-bagian Administrasi Umum. Moderator dalam acara ini adalah Muhammad Fahri selaku Ketua Komisi III Aspirasi dan Advokasi SEMA-F.

Penyampaian aspirasi dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu dengan slide power point yang memaparkan aspirasi mahasiswa yang telah dikumpulkan oleh SEMA-F melalui kotak saran di setiap lantai kampus dan wawancara langsung dengan mahasiswa. Sesi kedua yaitu penyampaian aspirasi dari setiap mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

Jajaran Dekanat

Dalam acara ini, yang menjadi topik utama yang disampaikan oleh mahasiswa mengenai fasilitas wifi yang tidak tersedia bagi mahasiswa di kampus. Selain itu, kebersihan mushola dan toilet yang kurang bersih juga menjadi topik penting untuk dibahas. Gedung fakultas yang belum sampai 5 tahun bangunannya sudah banyak yang bermasalah, seperti lantai yang retak, atap yang bocor dan dinding fakultas yang roboh ketika terkena gempa juga tak luput dari keprihatinan mahasiswa.

“Sebenarnya kita punya wifi, akan teapi antenanya tersambar petir sehingga wifi yang sudah dibeli dengan anggaran yang tidak sedikit, jadi tidak bisa terpakai.” Tanggapan Dekan FAH.

Mahasiswa juga menyampaikan tentang kurangnya fasilitas mahasiswa untuk diskusi, kurang ramahnya petugas-petugas seperti petugas peminjaman proyektor dan perpustakaan, lift dan pendingin ruangan yang sering rusak, dan terbatasnya lahan parkir untuk mahasiswa.

Reporter : Alfiyah Zahara & Harja

Editor: NA