img-20160602-wa0015

BERITA FAH – Lobby FAH, 02/06/2016.

Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora telah menyelenggarakan acara Public Hearing dengan tema “Suara Hati Mahasiswa Untuk FAH” acara ini diselenggarakan di basement fakultas. Public Hearing ini merupakan bagian dari program kerja Komisi III (Aspirasi dan Advokasi) yang dimotori oleh Syahril Shahibi dan Aam Fitriyah, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pengurus Senat Mahasiswa dan Dewan Eksekutif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk menyalurkan secara langsung aspirasi mahasiswa, setelah sebelumnya SEMA FAH menjaring aspirasi mahasiswa melalui program aspiration center. Ketua Pelaksana acara ini, Rizky Pradana mengatakan bahwa “acara ini patut diapresiasi oleh mahasiswa karena hal ini merupakan bagian dari cara kita sebagai mahasiswa ikut membangun fakultas, dan mahasiswa juga harus ikut bertanggung jawab atas fasilitas yang telah diberikan, jangan hanya menuntut tapi tidak mau merawatnya”.Acara Public Hearing ini dihadiri oleh sekitar 50 orang mahasiswa dari lima jurusan yang ada di FAH. Dr. Zubair, M.A. selaku Wakil Dekan tiga menjadi narasumber acara ini. Pak Zubair “begitu sapaanya” mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif dalam membangun fakultas, boleh saja mahasiswa melakukan kritik terhadap fakultas namun dengan cara yang elegan dan terstruktur. Para peserta acara ini juga terlihat aktif dengan banyak melayangkan aspirasi dan pertanyaan kepada narasumber, rata-rata peserta menyampaikan keluh kesahnya tentang minimnya fasilitas di fakultas seperti, kamar mandi, mushola, proyektor, air conditioner (AC), dan kursi kelas. Namun selain itu juga ada keluhan sekaligus saran dari ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, M. Kamal terkait dengan jam kuliah dipagi hari, Kamal menyarankan agar jam masuk kuliah dimundurkan dari jam 07.30 ke jam 08.00 karena masih banyak mahasiswa atau dosen yang telat masuk. Memang kondisi yang terjadi sekarang di FAH fasilitas yang ada belum cukup memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa yang semakin tinggi, perkembangan teknologi juga menuntut mahasiswa belajar lebih keras dan semuanya perlu ditopang oleh fasiltas yang mempuni. Disela-sela ceramahnya Pak Zubair juga mengatakan “bukan hanya mahasiswa yang komentar dan mengkritik fasilitas fakultas, beberapa dosenpun sering melayangkan protes ke-Dekanat terkait dengan minimnya fasilitas.Diskusi yang dipandu oleh Dede Muflih selaku moderator berjalan dinamis, dari sini dapat terlihat bahwa kedua belah pihak yaitu birokrat fakultas dengan mahasiswa perlu menjalin hubungan yang baik dan saling menguntungkan untuk mewujudkan cita-cita fakultas yaitu “menjadi fakultas terkemuka melalui bidang humaniora”. Acara ini kemudian ditutup dengan musikalisasi puisi dari Lembaga Seni Mahasiswa Islam, dan berakhir tepat pukul 18.00 WIB. “Kedepannya SEMA FAH akan memperbaiki sistem  aspirasi dan advokasi agar program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu mahasiswa juga birokrat fakultas dalam mewujudkan fakultas yang terkemuka”, begitu ujar ketua SEMA FAH Irvan Hidayat.