Ciputat – Selasa, 08 Oktober 2019 – Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Saiful Umam, mengadakan rapat bersama beberapa dosen, kepala prodi, dan perwakilan mahasiswa dari Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan eksekutif MAhasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) terkait tindak lanjut dari Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) 2019 di ruang sidang lantai 2 FAH.

Halid, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, menyapaikan dua poin penting dalam memenuhi agenda program berkelanjutan PBAK. Pertama, pembekalan terkait anti radikalisme yang dianggap penting untuk membangun sikap dan perilaku moderat, mencakup materi inti berupa mengenal ciri-ciri radikalisme (agama), cara menghindari paham radikal, mengembangkan kontra-radikalisme, dan membangun moderasi beragama (Islam Rahmatan Lil ‘Alamin). Kegiatan ini nantinya akan bekerjasama dengan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC).

Kedua, Baca Tulis Quran (BTQ) untuk mahasiswa baru, hal tersebut sebagai upaya agar mahasiswa mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar.  Menurut Feni Arifiani, Kepala Bagian Tata Usaha FAH, “Sebagai mahasiswa UIN Jakarta semua harus bisa membaca Al-Quran, mau fakultas Ushuludin, FISIP, atau apapun itu semua wajib bisa membaca Al-quran” ujarnya.

Pihak DEMA-F, SEMA-F dan HMJ siap membantu dalam mengkoordinir dan mensosialisasikan hal ini kepada para mahasiswa baru. Dalam pelaksanaannya seminar anti radikalisme ini nantinya akan diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober hingga 16 November setiap hari sabtu, digilir per jurusan. Bertempat di ruang teater Prof. Dr. Bustami Abdul Ghani lantai 5 FAH mulai pukul 08:00 – 16.00 WIB. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FAH Angkatan 2019. Dengan ini berarti FAH menjadi fakultas kedua penyelenggara seminar Anti Radikalisme setelah fakultas sebelumnya fakultas Psikologi sudah memulai lebih dulu.

Reporter: Anis Pitriani

Editor: AY