Giliran NTB mengadakan Pelatihan Perhakiman Dewan Hakim Fahmil, Syarhil & Khattil Qur’an, 27-30/11/2018, di Hotel Grand Legi Mataram.

Para peserta adalah utusan seluruh kabupaten/kota di NTB yang akan mendapatkan SERTIFIKAT sebagai tanda sah jadi Dewan Hakim MTQ di NTB.

Hakim-hakim khat/Kaligrafi disupport “bekal milik pelomba” & teknik menilai huruf dan lukisan yang akurat. Maksudnya, apa-apa yang dikuasai pelomba harus pula dikuasai hakim penilai berupa 5 Modal Dasar:

1) Pengetahuan, yakni mengetahui 7 gaya khat murni tradisional (Naskhi, Tsulus, Farisi, Diwani, Diwani Jali, Kufi, Riq’ah) & 5 gaya kaligrafi kontemporer (Kontemporer Tradisional, Simbolik, Figural, Ekspresionis, Abstrak).
2) Pemahaman, yakni memahami detail-detail huruf: dalam posisi tunggal, bersambung, komposisi, bentuk-bentuk & modifikasinya, sampai tata cara menggores dan perbedaan satu sama lainnya.
3) Penerapan, yakni kesanggupkan menerapkan/mempraktikkan apa yang diketahui dan dipahaminya menjadi karya nyata (Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kaligrafi Kontemporer).
4) Analisa, yakni membanding-bandingkan karya untuk memilih memilah, dan menentukan karya-karya unggulan.
5) Evaluasi, yakni menyimpulkan apakah suatu karya sudah dianggap sempurna atau belum untuk menentukan penilaian akhir.

Dengan “modal yang 5” dan pengetahuan tentang pedoman & teknik menilai musabaqah, hakim kaligrafi akan sanggup menentukan dengan yakin siapa-siapa saja yang layak jadi Juara.

Kaligrafi memang asyik.

Sungguh mengasyikkan.

(Oleh: DidinSirojuddinAR•Lemka)