FAH – News, Tangerang Selatan

Arus globalisasi saat ini tak mungkin dapat dibendung. Persaingan di berbagai bidang kehidupan menjadi begitu ketat sehingga memaksa masyarakat untuk memiliki kompetensi yang memadai.

Perguruan Tinggi sebagai lembaga pengembangan sumber daya manusia tentu selalu berusaha menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi pemenang dalam persaingan global itu. Berbagai disiplin ilmu dikembangkan berorientasi pada lapangan pekerjaan sehingga lulusannya mampu terserap di dunia kerja.

Peraturan dan perundang-undangan di bidang pendidikan tinggi menuntut lembaga perguruan tinggi untuk memberikan keterampilan tambahan kepada mahasiswa selain bidang atau disiplin ilmu yang digelutinya. Untuk itu, pemerintah mewajibkan adanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang menjelaskan berbagai keterampilan dan keahlian mahasiswa sehingga menjadi dasar acuan bagi pengguna lulusan untuk merekrut tenaga kerja.

Fakultas Adab dan Humaniora sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada bidang-bidang humaniora, memang tidak terkait langsung dengan dunia kerja atau paling tidak lapangan kerja yang tersedia tidak banyak dibandingkan dengan program vakasi. Meski demikian, Fakultas Adab dan Humaniora mutlak membekali keterampilan kerja bagi mahasiswanya untuk siap terjun dalam dunia kerja. Salah satu diantaranya adalah dunia kerja di bidang penerjemahan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama FAH UIN Jakarta, Dr. Zubair, M.Ag pada kegiatan Pelatihan Bimbingan Karier sebagai Penerjemah Pemula bagi Mahasiswa Prodi BSA, BSI, dan Tarjamah (1/11/2017)

Tujuan Pelatihan ini, lanjut Zubair, antara lain: memberikan wawasan kepada peserta tentang pasar kerja pada bidang penerjemahan;  memberikan keterampilan praktis bagi peserta untuk dapat terjun ke dunia kerja, khususnya di bidang penerjemahan; dan memberikan keterampilan praktis kepada peserta berkaitan dengan teknik-teknik bisnis dan profesi di bidang penerjemahan.
Pelatihan ini dilakukan bekerjasama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Dalam sambutannya, ketua umum HPI, Hananto P. Sudharto mengatakan bahwa dunia profesi, industri, dan organisasi di bidang Penerjemahan sudah sangat maju saat ini. “Kami di HPI merasa kekurangan SDM untuk melayani permintaan pasar”, lanjut Sudharto.

HPI menghadirkan narasumber Anna Wiksmadhara dan Fatimah El Zahraa dan diikuti oleh  300 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora dari program studi sarjana Bahasa dan Sastra Arab, Sastra Inggris dan Tarjamah.

Materinya berkaitan dengan wawasan penerjemahan seperti profesi, industri, organisasi Penerjemah oleh Anna Wiksmadhara/Pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI)
Latihan Penerjemah Bahasa Arab Pemula oleh Fatima El Zahraa/Praktisi Penerjemah Himpunan Penerjemah Indonesia)

Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 hari dan dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang I diikuti oleh 100 mahasiswa Prodi Sastra Inggris, gelombang II diikuti oleh 110 mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab, dan gelombang III diikuti oleh 90 mahasiswa Prodi Tarjamah. [ZA]