Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Zubair, M,Ag mengimbau agar pihak Akademik melakukan kroscek terhadap dokumen persyaratan ujian skripsi. Hal itu disampaikan Zubair menyusul terbongkarnya sindikat pembuatan sertifikat palsu TOEFL/TOAFL di Fakultas Adab dan Humaniora, Jakarta, Rabu (25/7/2018) kemarin. “Kami mengharapkan, setiap ada persyaratan-persyaratan yang menggunakan dokumen pribadi seperti sertifikat TOEFL/TOAFL untuk di kroscek ulang keaslian dan keabsahan dokumen setiap mahasiswa yang ingin mendaftarkan ujian skripsi,” ujar Zubair di Ruang Sidang Fakultas Adab dan Humaniora, Rabu (25/7/2018).

Zubair menjelaskan, pihak Akademik harus lebih teliti melihat setiap dokumen pribadi karena akurasi keaslian dokumen palsu tersebut sulit terdeteksi. “Akurasinya sangat sangat tipis kalau kita melihat aslinya ini betul-betul rapi,” kata Zubair. Tak hanya dikalangan mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, para pelaku juga memalsukan sertifikat TOEFL/TOAFL di Fakultas lain, faktanya pelaku menawarkan jasanya kepada mahasiswa yang usai menjalankan ujian di Pusat Bahasa. “Rupanya ini sindikat besar. Mereka tidak ragu menawarkan jasa sertifikat TOEFL/TOAFL kepada mahasiswa UIN di Pusat Bahasa,” tuturnya. Zubair menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah pihak Jurusan mendapat laporan dari salah satu Staff Akademik tentang adanya dugaan kepalsuan sertifikat TOEFL/TOAFL. Setelah ditelusuri, pihak jurusan menemukan adanya sertifikat palsu. Setelah dilakukan pengembangan, pihak jurusan akhirnya menemukan sejumlah mahasiswa yang melakukan pemalsuan sertifikat TOEFL/TOAFL di kawasan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. “Saat ini, sudah ada 34 orang yang kita sidang dalam kasus pemalsuan sertifikat TOEFL/TOAFL, pihak jurusan mengidikasi adanya broker dalam pemalsuan sertifikat ini” ungkapnya.