Ciputat – Berawal dari diskusi ringan di selasar Gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), dengan kegelisahan fenomena saat ini yaitu maraknya masyarakat termakan berita hoax. Fahdrizal Muftin Aryatama atau Rizal sapaan akrabnya beserta delapan kawan seangkatannya di Jurusan Ilmu Perpustakaan (IP) membuat sebuah komunitas yang diberi nama Bhinneka Tunggal Baca.
Komunitas ini bergerak dalam bidang literasi, setiap hari minggu pagi di acara Car Free Day (CFD) di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia tepat nya didepan Gedung UOB Bank. Rizal dan kawan-kawannya, menggelar lapak bacaannya dari jam 7 pagi hingga 11 siang. Paparnya saat di wawancarai di selasar Gedung FAH, Rabu (19/09/19).
Rizal selaku founder Bhinneka Tunggal Baca termotivasi dari kata-kata Zen RS berbunyi “Yang berbahaya dari menurunnya minat baca adalah meningkatnya minat berkomentar”. Jadi awal membentuk komunitas ini, merupakan bentuk kesadaran keprihatin kami terhadap realitas yang terjadi saat ini di masyarakat indonesia, kurangnya minat membaca tetapi lebih sering berkomentar tanpa adanya analisis sehinnga masyarakat mudah terprovokasi.
Buku-buku yang dijajakan oleh Rizal dan kawan-kawan masih terbatas buku koleksi pribadi, mulai dari genre roman, novel hingga buku ilmu pengetahuan umum. Setidaknya 50 buku setiap minggu di kawasan CFD selalu mereka jajakan. Sampai ada kejadian unik, salah satu warga yang mampir dan membaca buku di lapak Bhinneka Tunggal Baca ingin meminjamnya untuk membawa pulang, karena beralasan waktu yang terbatas saat membaca di tempat, akhirnya Rizal dan kawan-kawan mengizinkan buku tersebut dibawa pulang oleh warga yang ingin meminjam, dengan rasa saling percaya.
Komunitas ini pertama kali menggelar lapak bacaan di bulan April 2018 hingga sekarang, sempat vakum satu bulan karena Rizal dan kawan-kawan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Awalnya pertama kali kami mengelar lapak bacaan, kami dikira penjual buku bekas oleh warga yang sedang CFD. Kemudian kami melakukan interaksi dengan warga yang lewat didepan lapak bacaan untuk menawarkan mampir dan membaca buku-buku. Kami bersyukur, respon masyarakat terhadap lapak bacaan kami di apresiasi karena masih ada sekumpulan anak muda yang tergerak untuk hal seperti ini”. Sambungnya.
Rizal juga merupakan pemenang Library Ambassador 2017 di acara JIP DAYS 2017, kegiatan yang dia lakukan di Bhinneka Tunggal Baca sebagai bentuk merepresentasikan tridarma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat secara nyata dan seperti tanggung jawabnya sebagai Library Ambassador 2017.
Kedepanya Rizal berharap, gerakan ini tidak hanya seumur jagung tapi terus bisa berkembang dan dapat berkontribusi lebih besar terhadap masyarakat banyak.
Terakhir Rizal menambahkan “ini kan hanya sebagai pemantik buat masyarakat lebih gemar lagi minat bacanya, apalagi anak-anak dan remaja. Semoga minat baca masyarakat lebih meningkat dan yang terpenting dari meningkatnya minat baca adalah agar masyarakat dapat menfilter informasi hoaxs sehingga bisa menurun. Dengan adanya gelar lapak bacaan semoga masyarakat tertarik untuk gemar membaca dan kegiatan membaca menjadi rutinitas yang mengasyikan setiap harinya.” pungkasnya.