Ciputat – Minggu, 29 Juli 2018, menjadi hari berkabung bagi bangsa Indonesia. Gempa sebesar 7 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tak ayal bencana ini menyita perhatian publik, berbagai organisasi, LSM, komunitas, instansi pemerintah, relawan berbondong-bondong datang ke Lombok untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Di tengah banyaknya relawan yang datang kesana, terselip nama Arya Rangga Saputra, Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Kesibukannya sebagai mahasiswa tingkat akhir tak menyurutkan niat Arya untuk bekerja demi kemanusiaan.

Melihat banyak teman-teman relawan dari berbagai daerah yang datang ke Lombok, Arya terdorong untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Terlebih, Arya mempunyai keahlian dalam trauma healing, dan ingin berbagi dengan masyarakat disana khusunya anak-anak.

“Saya berangkat ke sana dengan dana pribadi dari tanggal 13 Agustus. Ya walaupun dari Jakarta untuk keberangkatan saya difasilitasi oleh pihak AU dengan diizinkan naik pesawat Hercules. Setibanya di sana, saya bergabung dengan posko gabungan yang terdiri dari banyak organisasi maupun komunitas yang difasilitasi BNPB” ungkap Arya saat ditemui di FAH, 12 September 2018 lalu.

Keadaan di sana cukup memprihatinkan, terutama di daerah Lombok Utara sudah lumpuh total, kantor pemerintahan sudah tidak aktif, sekolah, rumah sakit, tidak ada lagi yang tersisa, listrik pun baru menyala 2 hari setelah Arya tiba disana. Arya tidak hanya membantu dalam trauma healing, tapi dia juga membantu dalam distribusi logistik untuk warga Lombok.

Selama 6 hari di Lombok membuat rasa kemanusiaan Arya semakin terasah, walaupun tidak mudah mengobati trauma warga disana, mantan pengurus SEMA FAH ini sangat yakin semua  akan  berlalu dan segera normal kembali. Arya berpesan kepada masyarakat Indonesia diluar Lombok khusunya Mahasiswa, mari bersama-sama berpartisipasi dalam membangun kembali lombok agar menjadi lebih baik lagi.