Ciputat – FAH News

Industri penerjemahan bagi FAH masih merupakan obsesi, tetapi merupakan bisnis menjanjikan bagi Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). FAH telah memiliki program studi Tarjamah sejak tahun 1999, tetapi belum terlibat langsung dalam asosiasi yang menghimpun para komunitas Penerjemah. Sebagai fakultas ilmu Humaniora, yang notabene bahasa sebagai ciri khasnya, dunia penerjemahan bukanlah hal asing bagi FAH. Beberapa dosen FAH bahkan menjadi penerjemah Presiden selama beberapa tahun terakhir. Bukan hanya itu, alumni program studi Tarjamah juga sudah cukup banyak menerbitkan hasil terjemahan berbagai macam dokumen, bahkan juga film. Namun, sekali lagi, baik dosen maupun mahasiswa belum tercebur dalam industri penerjemahan secara profesional.

Untuk itu, FAH terus berusaha meningkatkan kualitas layanan akademiknya, termasuk mencari peluang kerjasama demi menciptakan seorang profesional di industri penerjemahan. Dalam rangka itu, FAH mengajak HPI sebagai asosiasi bagi para Penerjemah untuk berkolaborasi mengisi berbagai lubang kosong di bisnis penerjemahan.

“Kami sangat senang karena bisa bekerjasama dengan FAH, terutama karena memiliki program studi Terjemah, di samping sumber daya manusia yang mumpuni di bidang ini,” kata Hananto P. Sudharto, Ketua Umum HPI dalam sambutannya pada acara penandatanganan MoU di ruang meeting FAH UIN Jakarta (Rabu, 20/12/2017).  Sementara itu, Sukron Kamil selaku dekan merasa beruntung bisa melakukan MoU ini karena peluang menjadikan penerjemahan sebagai industri menjadi terbuka lebar.

Hadir pula dalam acara penandatanganan MoU ini antara lain Wadek bidang Akademik, Wadek bidang Administrasi Umum, dan Wadek bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama. Juga,  dihadiri oleh Kabag, para Kasubbag, Kaprodi, dan Kaur Perpustakaan FAH. [ZA].