CiputatStandup Comedy atau komedi tunggal adalah salah satu genre komedi yang pelawaknya menyampaikan humor-humor diatas panggung secara tunggal atau sendiri. Tidak bisa dipungkiri, kini Standup Comedy sedang digandrungi masyarakat Indonesia khusunya anak muda. Kehadiran   genre komedi ini dianggap sebagai refreshment  dengan menghadirkan humor-humor yang cerdas, kritis, dan out of the box.

Tidak ketinggalan, Bayu Juni Setiawaan, Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta juga sangat menyukai seni komedi ini.  Bayu sudah menyukai standup sejak duduk di bangku SMA. Tayangan standup di televisi swasta seperti , Kompas, MetroTv dan Indosiar adalah yang paling ditunggunya.

Kegemaran Bayu pada standup akhirnya dapat tersalurkan ketika masuk ke Fakultas Adab dan Humaniora. Saat  Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) 2014 dirinya melihat penampilan Komunitas Standup Comedy UIN dan memberanikan diri untuk bergabung. Mulailah Bayu mencoba open mic (tes materi) di hadapan teman-teman komunitasnya. Sampai setahun kemudian, pria asal Lubuk Linggau dapat merasakan panggung pertamanya  di acara SUN 5 UIN (StandUp Night) yang ketika itu bekerja sama dengan DEMA FAH 2015.

Sebagaimana generasi Milenial yang ingin terus berkarya, Bayu mencoba peruntungannya dengan mengikuti audisi Standup Comedy Academy 3 (SUCA) di Indosiar, namun keberuntungan belum berpihak padanya. Kegagalan itu tidak lantas membuat Bayu berhenti dalam membuat materi.

Ketekunan Bayu  mengantarkannya ke panggung Gegar Lawak 2018, sebuah kompetisi lawak yang cukup bergengsi di Malaysia, mendapat info dari Dzawin (Finalis SUCI 4 Kompas Tv) tentang audisi Gegar Lawak, Bayu tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan dia mencoba mengikuti audisi secara online dengan mengirimkan video.

Mantan pengurus DEMA FAH 2017 ini menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia. Sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Walaupun menghadapi banyak kendala saat kompetisi namun Bayu berhasil menembus tahap Semifinal. “Kendala terbesar sih di bahasa ya, kita bikin materi pakai bahasa Indonesia terus di translate ke bahasa Malaysia.” tuturnya.

Keberhasilan Bayu berkiprah di Malaysia tidak membuatnya lupa dengan Indonesia, dia tetap ingin berkarya di Indonesia dengan mengikuti audisi SUCA 4 di Bandung. Akhirnya kegigihan Bayu membuahkan hasil, dia lolos tahap 1, 2 dan 3 setelah sebelumnya sempat gagal di SUCA 3.

“Kalau mau gabung komunitas Standup jangan mengharapkan imbalan financial, niatkan untuk menghibur dan berkarya, jangan gampang menyerah juga kalau materi kita ternyata nggak lucu, kalau Kita konsisten , kesuksesan Akan datang sendirinya.” pesan Bayu.