Para khattat & khattatah Sumbar sudah “bertempur” di MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumbar di Solok, 14-22/6/2019, sebagai ancang-ancang menyambut “pertempuran” di MTQ Nasional yang sebenarnya tahun depan di kota Padang yang merupakan kandang sendiri.
Yang menarik, di sela-sela MKQ (مسابقة خط القرآن) itu dibuat DIALOG KALIGRAFI yang melibatkan seluruh peserta lomba, diakhiri pengumuman peserta finalis. Dialognya tidak seserius seminar ilmiah. Cuma mendengarkan cerita pengalaman berkaligrafi dari beberapa Dewan Hakim MKQ (Didin Sirojuddin AR, Amril Y. Dt. Garang, Isep Misbah, Siti Aisyah, dan Ade Setiawan). Seperti kata para penutur cerita, “perlu perjalanan panjang untuk sukses menjadi kaligrafer profesional yang hebat. Latihan-latihan adalah satu-satunya jalan yang harus dilalui. Alihkan pandangan dari KALIGRAFI hanya untuk MTQ menjadi KALIGRAFI bukan hanya untuk MTQ. Lahan-lahan usaha kaligrafi harus direbut oleh para khattat. Selain, tentu saja, kaligrafi yang sedang ditekuni harus sanggup membangun pribadi-pribadi khattat yang berakhlak mulia. Tegasnya: aktivitas kaligrafi harus memberikan keuntungan LAHIRIAH (uang, kekayaan materi) dan keuntungan BATINIYAH (pribadi mulia, kesalehan) sekaligus.” Meraih dua pegangan ini sama dengan meraih SUKSES sejati. Syaratnya:
اجــهدولاتكســل ولاتك غافلا، فندامة العقبى لمن يتكاســل
“Bersung-sungguhlah, jangan malas-malasan, dan jangan LALAI. Sebab, akibat penyesalan akan menimpa si pemalas.”

 

Oleh: DidinSirojuddinAR•Lemka