GORESAN karya para calon petempur MKQ-MTQ Nasional tambah hebat2 saja. Beberapa provinsi yang saya tengok seperti DKI Jakarta, Jabar, Banten, Sumbar, Kalbar, Sumut, Papbar, Bengkulu, Kaltara, Kaltim, NTB, dan terakhir Aceh memperlihatkan “mukjizat perkembangan” yg dahsyat tersebut. Alhamdulillah, senang sekali saya melihatnya. Usaha DAKWAH BILQOLAM membuahkan hasil. Seni kaligrafi Alquran terus memancarkan cahayanya di Nusantara kita.

     

Itu berarti KEKUATAN dalam pertempuran berwujud مسابقة خط القرآن (MKQ) akan imbang. Sepertinya kekuatan dan potensi juara sudah merata. Dulu, saya bisa menyebutkan perkiraan juara2 siapa saja. Sekarang, semuanya tak teramalkan. Siapa pun dan dari provinsi mana pun bisa jadi juara. Asal tampil TERBAIK, dia pasti KESATUnya.

Tapi bukan hanya “bisa jadi juara”, “kepleset tidak masuk nominasi” pun bisa. Itu karena para kandidat juara ini (hampir umum) selalu membuat KESALAHAN. Kekurangan huruf atau tertukarnya harakat. Tatarupa yang tak tertata. Atau tatakrama lomba yang kurang ditaati. Semuanya tergambar dalam TC2 yg diselenggarakan di mana2.

Ini adalah peringatan untuk mengingatkan. Potensi jadi juara sudah ada pada semuanya. Tinggal mengelolanya dg tepat, tentu ditambah nasib baik bagi yg tampil terbaik dan berniat baik. Silakan berFASTABIQUL KHAIRAT untuk meraih kebaikan dunia akhirat.
Maju, majulah dalam fair play yg mengasyikkan. Maju untuk menjadi JUARA SEJATI. 👍

*(DidinSirojuddinAR•Lemka)