Jakarta, 19 September 2019 – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta mengadakan kegiatan pelatihan dan penerjemahan untuk penerbitan publikasi karya ilmiah di jurnal internasional di Ruang Teater Prof Dr Bustami Abdul Gani Gd. FAH lt.5 UIN Jakarta pada tanggal 12 dan 19 September 2019 . Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang didorong oleh pemerintah supaya visibilitas keilmuan para dosen terus meningkat tidak hanya pada tingkat nasional tetapi juga pada tingkat internasional.

Berdasarkan Permenristekdikti No. 44/2015 tentang SNPT dan Permenristekdikti No. 9/2018 tentang Akreditasi Jurnal, lulusan magister, telah ditetapkan bahwa lulusan program magister disyaratkan untuk menulis pada jurnal terakreditasi atau diterima untuk diterbitkan di jurnal international sedangkan lulusan program doktor diharuskan menulis pada jurnal international bereputasi. FAH UIN Jakarta memandang penting bagi dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel karya ilmiah pada internasional jurnal terutama pada jurnal yang terindeks scopus, “Kegiatan Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat menulis serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para dosen mengenai kualitas terjemahan pada jurnal internasional terutama pada jurnal yang terindeks di Scopus.” Ujar Saiful Umam selaku Dekan FAH UIN Jakarta.

Gambar 1. Pelaksanaan Pelatihan

Kegiatan ini diadakan dalam bentuk workshop dengan tema “pelatihan dan penerjemahan untuk penerbitan tulisan di jurnal internasional”.Wakil Dekan Bidang Akademik, Ida Farida menyampaikan bahwa workshop ini menghadirkan narasumber professional di bidang sosial dan humaniora yaitu Shuri Mariasih Gietty Tambunan, Ph.D,  ketua tim publikasi ilmiah di FIB Universitas Indonesia yang juga akademisi yang sangat produktif menerbirkan jurnal tingkat nasional dan internasional.

Materi workshop yang disampaikan mencakup tip dan trik menulis artikel yang baik dan etika penulisan ilmiah, tip dan trik publikasi di jurnal bereputasi, tip menulis jurnal nonpredator, membedah anatomi penulisan ilmiah dan penerjemahan jurnal. Gietty menjelaskan “penulisan yang baik umumnya mengikuti pola IMRAD (Introduction; Methods; Result; Discussion). Hal lain yang harus diperhatikan adalah Judul, judul harus menggmbarkan isi dan tidak lebih dari 12 kata, langsung ke poin-poin penting dalam tulisan. Keywords mewakili isi, disusun berdasarkan abjad.”(12/09/2019).

Relevansi universitas bukan hanya tergantung kepada dosen yang tekun mengajar serta jumlah sarjana yang dihasilkan setiap tahunnya tetapi justru sangat tergantung dari mutu dan jumlah tulisan-tulisan yang dipublikasi oleh masing-masing dosen,” demikian. ujar Gietty.